Kompas.com - 19/11/2019, 10:58 WIB

CIANJUR, KOMPAS.com – Nur Mila Erianti (16), gadis asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat hanya bisa tergolek lemah tak berdaya di atas kasurnya.

Untuk sementara waktu Mila pun terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya menjadi atlet pencak silat dan pelestari budaya Maenpo. Ia kini harus berjuang melawan penyakitnya.

Tumor di dalam tubuhnya akibat penyakit kista ovarium yang dideritanya sejak tujuh bulan lalu mengakibatkannya tak bisa leluasa bergerak.

Wajahnya semakin tirus, kedua tangan dan kakinya kurus kering. Sementara perutnya yang semakin membesar dan mengeras seperti batu membuatnya kerap meringis menahan sakit setiap menggerakkan badan.

Kondisi putri sulung pasangan Supriatna (34) dan Siti Nurhayati (32) ini sangat memprihatinkan. Mila pun terpaksa berhenti sekolah karena penyakitnya itu.

Baca juga: Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Aktif di pencak silat, tampil depan Jokowi

Padahal selama ini ia termasuk siswi yang aktif berkegiatan di sekolah, termasuk keseriusannya menekuni seni beladiri pencak silat sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Bahkan, Mila sempat berpartisipasi di acara peresmian Alun-alun Cianjur awal Februari lalu. Bersama peserta lain, ia tampil memeragakan seni Maenpo di hadapan Presiden Jokowi dan pejabat lainnya.

“Namun sejak itu Mila jatuh sakit. Bahkan, usai ikut tampil di alun-alun itu sempat pingsan karena kelelahan,” kata Supriatna kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya di Kampung Baros Kulon RT 002/008, Desa Sukataris, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Sejak saat itu kondisi kesehatan Mila terus merosot. Adanya kista di tubuhnya baru diketahui setelah menjalani USG (Ultrasonography) saat memeriksakan diri ke dokter.

“Ada benjolan kecil diperutnya. Waktu itu disuruh dokter harus segera ke rumah sakit untuk diangkat. Dari rumah sakit Cianjur dirujuk ke Bandung. Namun di sana tidak langsung di operasi karena anak saya katanya punya TB (tuberculosis) jadi harus disembuhkan dulu parunya,” tutur Supriatna.

Namun sudah dua bulan terakhir pemberian obat TB dihentikan karena kondisi kesehatan Mila yang justru merosot drastis.

”Setiap minum obat itu jantungnya berdebar dan nafasnya semakin sesak. Nafsu makannya juga menurun, paling sanggup 2-4 sendok saja. Jadi sekarang stop dulu, obatnya keras, sehari harus makan enam tablet, saya kasihan melihatnya,” terang dia.

Sebagai gantinya, Supriatna pun mencoba pengobatan alternatif termasuk pemberian obat herbal. Akan tetap belum ada hasil dari semua usahanya itu. Sampai saat ini, kondisi Mila masih lemah, perutnya terus membesar dan keras.

Baca juga: Derita Bayi Mizyan, Kulitnya seperti Plastik, Selalu Menangis Saat Mengelupas

Pakai BPJS, antri operasi hingga 8 bulan

Nur Mila Erianti (16), gadis asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berharap bisa mendapatkan bantuan agar bisa segera menjalani operasi pengangkatan tumor kista di perutnya yang terus membesar.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Nur Mila Erianti (16), gadis asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berharap bisa mendapatkan bantuan agar bisa segera menjalani operasi pengangkatan tumor kista di perutnya yang terus membesar.
Karena itu, bermodalkan BPJS ia berharap putrinya bisa segera di operasi, kendati informasi yang didapat, untuk menjalani operasi Mila harus menunggu (jadwal) giliran.

“Katanya bisa nunggu 5 sampai 8 bulan. Duh, saya tidak tahu harus bagaimana lagi, saya khawatir kondisinya semakin parah. Sudah tiga bulan terakhir ini saya bolak-balik ke Bandung bawa anak saya kontrol,” kata dia. 

Supriatna pun mengaku belum tahu apakah biaya operasi akan ditanggung BPJS atau harus mandiri. Pasalnya, untuk mengangkat kista di tubuh putrinya itu dibutuhkan biaya sekira Rp50 juta.

“Jangankan uang sebanyak itu, sekarang saja kami sudah sangat kebingungan. Sudah tiga bulan bolak-balik ke Bandung, sudah habis segalanya untuk biaya dan beli obat ini itu,” ujarnya.

Kendati demikian, Supriatna mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang selama ini telah memberikan uluran tangan membantu mengurangi beban penderitaan putrinya.

“Kami terus ikhtiar sambil berdoa dan terus berdoa agar Mila bisa segera di operasi, tak tega melihatnya seperti ini," ucapnya lirih.

Baca juga: Derita Maria, Mengidap Penyakit Tumor Ganas, Ingin Sembuh Tidak Ada Uang untuk Berobat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.