7 Wanita Dikurung Sepekan di Sebuah Rumah, Hendak Dikirim ke Malaysia

Kompas.com - 19/11/2019, 08:42 WIB
Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil menyelamatkan 7 wanita yang akan dikirimkan ke Malaysia sebagai Pekerja Migran Indonesia (TKi), Sabtu (16/11/2019) kemarin. KOMPAS.COM/HADI MAULANAJajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil menyelamatkan 7 wanita yang akan dikirimkan ke Malaysia sebagai Pekerja Migran Indonesia (TKi), Sabtu (16/11/2019) kemarin.

BATAM, KOMPAS.com - Jajaran Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri menyelamatkan tujuh wanita yang akan dikirimkan ke Malaysia sebagai Pekerja Migran Indonesia, Sabtu (16/11/2019).

Ketujuh wanita dari berbagai daerah ini disekap di Perumahan Bambu Kuning Blok B27 No.21 Sagulung, Batam, Kepulauan Riau.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi salah satu warga, yang mengaku ada kerabatnya akan dikirimkan ke Malaysia.

Warga tersebut memberi tahu lokasi penyekapan korban yang berada di Batam. Dari sana Ditreskrimum Polda Kepri melalui Subdit III dan Subdit IV melakukan pengembangan, dan menemukan ketujuh wanita tersebut.


"Saat ditemukan ketujuhnya dalam kondisi trauma, karena sudah hampir seminggu dikurung diperumahan itu," kata Erlangga, dalam jumpa pers di Mapolda Kepri, Senin (18/11/2019) petang.

Baca juga: Dua TKI Asal Palembang Ini Jadi Korban Human Trafficking di Malaysia

Ketujuh korban tersebut yaitu, RB (18), RU (20), dan AL (39), warga asal Kupang, NTT, JH (25) dan KM (22) asal Sumba, IL (18) asal Manado, serta ID (18) asal Ngawi, Jawa Timur.

Polisi juga menangkap satu tersangka, yakni Purwanto alias Jimmy.

"Saat ini personel Subdit III dan subdit IV juga sedang melakukan pengejaran terhadap komplotan Jimmy, yakni J, Y dan K yang berada di luar Batam," ujar Erlangga.

Modus para pelaku yakni dengan mengiming-imingi korban akan dipekerjakan di perusahaan yang ada di Malaysia dengan gaji besar.

Selain itu agar korban percaya, pelaku mengatakan bahwa semua ongkos korban hingga sampai ke Malaysia ditanggung perusahaan yang akan mempekerjakan para korban.

"Jadi korban sama sekali tidak dimintai uang, karena semua ongkos sudah dibayarkan pelaku dan komplotannya itu," papar Erlangga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X