PVMBG Bandung Sebut Tanah Ambles di Nusalaut Bukan karena Gempa

Kompas.com - 18/11/2019, 16:34 WIB
Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung saat melakukan penelitian terhadap kondisi tanah amblas di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah pada Minggu (17/11/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung saat melakukan penelitian terhadap kondisi tanah amblas di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah pada Minggu (17/11/2019)

AMBON, KOMPAS.com - tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung meneliti fenomena tanah ambles di Desa Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.

Hasilnya, tim PVMBG mengungkapkan bahwa fenomena tanah ambles yang terjadi di desa tersebut bukan merupakan patahan akibat gempa bumi yang terus mengguncang Maluku dalam sebulan terakhir.

“Kita telah melakukan penelitian di sana selama dua hari dari tanggal 16-17 kemarin, kami melakukan penyelidikan dan inspeksi lapangan, pemotretan udara melalui drone dan GPR, dan kita simpulkan itu bukan patahan akibat gempa,” kata penyelidik Bumi Badan Geologi Bandung, Yohandi Kristiawan kepada Kompas.com via telepon selulernya, Senin (18/11/2019).

Lokasi tanah ambles di Desa Sila berada tepat di lapangan voli yang berada di tengah perkampungan warga. Saat ini, tanah di lokasi tersebut telah turun sedalam 1 meter dari permukaan tanah.

Baca juga: Penjelasan BMKG soal Gempa Susulan di Laut Maluku

Yohandi menjelaskan, dari hasil penelitian, fenomena tanah ambles itu terjadi hanya di lapangan voli saja dan tidak melebar ke lokasi lain.

Menurut dia, fenomena tersebut terjadi karena bebatuan di desa tersebut, khususnya di lokasi tanah ambles merupakan jenis bebatuan gamping koral sehingga mudah lapuk karena memiliki rongga pada bebatuan.

“Jenis bebatuan di lokasi itu merupakan jenis bebatuan gamping koral, karakteristiknya berongga, jadi lapuk, di bawahnya itu sudah kosong ya, tapi hanya di lokasi itu saja,” katanya.

Dia menerangkan, fenomena tanah ambles telah terjadi sejak tahun 2012 silam saat gempa terjadi di sekitar wilayah tersebut.

Namun saat itu, kondisi lokasi tanah ambles masih sebatas retak. Kemudian pada 4 November lalu, lokasi tanah itu menunjukkan peningkatan aktivitas setelah gempa mengguncang Maluku.

“Tapi sekali lagi itu bukan terkait patahan ya, mengapa bukan patahan, kalau patahan berarti ada jalurnya ke mana-mana dan itu terjadi di seluruh tempat di Nusalaut. Tapi yang terjadi kan tidak, kondisi itu hanya terjadi di lokasi lapangan voli Desa Sila itu saja,” katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Wali Kota Salatiga Perintahkan Pendampingan Disabilitas Dilakukan Menyeluruh

Regional
Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Debat Pilkada Putaran Kedua, Gibran Ingin Solo Utara Jadi Pusat Perdagangan, Bajo Bangun Jalan Layang

Regional
Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

Regional
Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

Regional
BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X