Siswa SMK PGRI 1 Telagasari Ciptakan Generator Tenaga Surya Ramah Lingkungan

Kompas.com - 18/11/2019, 12:21 WIB
Tim Sangkuriang SMK PGRI 1 Telagasari menunjukkan generator ramah lingkungan bertenaga surya mereka, Senin (18/11/2019). KOMPAS.COM/FARIDATim Sangkuriang SMK PGRI 1 Telagasari menunjukkan generator ramah lingkungan bertenaga surya mereka, Senin (18/11/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Tim Sangkuriang SMK PGRI 1 Telagasari menciptakan generator bertenaga surya dengan kekuatan 1300 watt. Generator ini bahkan diminati Bupati Aceh Barat lantaran dinilai cocok untuk wilayah yang belum teraliri listrik.

Alat ini menggunakan energi matahari atau solar cell sebagai pemantik awal. Panel surya bisa diletakkan di atas generator maupun atap rumah.

Generator tenaga surya ini mampu menghasilkan energi sebesar 1.300 watt dengan efisiensi 80 persen. Listrik sebesar itu bisa tersalur berkat panel surya berkekuatan 20 watt.

"Bisa untuk pemakaian lima lampu, TV, kulkas, dan kipas angin," kata Rohaeni, siswi jurusan Rekayasa Perangkat Lunak Industri ditemui Kompas.com di SMK PGRI 1 Telagasari, Senin (18/11/2019).


Baca juga: Siswa SMK di Banyumas Ciptakan Mobil Listrik Tenaga Surya, Melaju hingga 40 Km Per Jam

Pengecasan generator ini dilakukan selama dua hingga delapan jam. Alat ini bisa digunakan selama empat jam, untuk penggunaan seperti lampu, kulkas, dan mesin cuci.

Setelah itu generator harus dicas kembali sekitar 30 menit dan bisa digunakan empat jam berikutnya.

"Ini generasi keenam yang dibuat siswa-siswi kami," kata Yan Yan Sopiyan, Wakasek Hubungan Industri SMK PGRI Telagasari.

Baca juga: 9 Penelitian oleh Anak Muda di Indonesia, Robot Pendeteksi Gempa hingga Kotak Bekal Tenaga Surya (1)

Menang aneka lomba

Yan Yan menyebut, pembuatan generator bertenaga surya ini digagas pada 2015 lalu untuk mengikuti Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat kabupaten. Kemudian, dimodifikasi ulang pada 2017 untuk mengikuti Toyota Eco Youth.

"Pada lomba tersebut mereka menjadi juara satu tingkat nasional, kemudian memegang kesempatan best of the best," katanya.

Pada 2019 ini, generator ini dikembangkan kembali untuk persiapan lomba teknologi tepat guna ringkat provinsi di Sukabumi tiga bulan lalu dengan biaya Rp 5.000.000.

Kemudian dua bulan lalu alat ini dibawa ke Bengkulu untuk lomba teknologi tepat guna tingkat nasional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X