Tragedi Longsor Proyek Double Track Sukabumi-Bogor, Perginya Sang Tulang Punggung Keluarga...

Kompas.com - 18/11/2019, 08:48 WIB
Suasana pemakaman Tri Wisnu Mukti (34) dan M Hanapi (30) di tempat pemakaman umum (TPU) di kampung halaman mereka di Dusun Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (17/11/2019) siang. KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOSuasana pemakaman Tri Wisnu Mukti (34) dan M Hanapi (30) di tempat pemakaman umum (TPU) di kampung halaman mereka di Dusun Sinawah, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (17/11/2019) siang.
Editor Rachmawati

Baca juga: Sehari Sebelum Tewas Tertimpa Longsor, Wisnu Kabarkan Akan Kirim Uang untuk Ibunya

Tulang punggung keluarga

Tri Wisnu Mukti (34) adalah tulang punggung keluarga. Sejak masih remaja, Wisnu kerap merantau sebagai pekerja kasar setelah ayahnya meninggal dunia.

Di mata ibunya, Sulasih, Wisnu adalah pekerja keras dan anak yang berbakti pada ibunya.

"Sejak bapaknya meninggal dunia, Wisnu adalah tulang punggung keluarga. Wisnu anak yang baik dan soleh. Sering kirim uang saat bekerja. Kemarin aja sebelum meninggal, dia berencana mau kirim uang. Ya Allah...," ucap buruh tani ini.

Sulasih mengaku tak punya firasat apapun. Hanya saja sehari sebelum meninggal Wisnu mengabatkan akan segera mengirim uang ke ibunya,

Walaupun merasa sangat kehilangan putra kesayangan, Sulasih mengaku ikhlas dan berharap agar hak-hak anaknya dipenuhi.

"Harapan kami hak-haknya dipenuhi. Kami sudah ikhlas," kata Sulasih.

Baca juga: Tertimbun 5 Jam, Korban Longsor Pertambangan Clay Ditemukan Tewas

Tak ganggu perjalanan kereta

Bencana tanah longsor menerjang lokasi proyek double track Rel Kereta Api Sukabumi-Bogor di KM 19/900, Kampung Baru Rt. 02/07 Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tertimbun longsor pada Sabtu (16/11/2019) pagi, hingga saat para korban telah dievakuasi.DOK. BPBD Kabupaten Bogor Bencana tanah longsor menerjang lokasi proyek double track Rel Kereta Api Sukabumi-Bogor di KM 19/900, Kampung Baru Rt. 02/07 Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tertimbun longsor pada Sabtu (16/11/2019) pagi, hingga saat para korban telah dievakuasi.
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, peristiwa longsor yang terjadi pada Sabtu pagi tidak menyebabkan dampak pada prasarana perkeretaapian.

Ia memastikan bahwa perjalanan kerata api Bogor- Sukabumi atau sebaliknya tetao berjalan normal.

"Itu longsor di area pekerjaan untuk prasarana jalur rel tidak terdampak jadi meskipun ada longsor tadi, perjalanan KA Pangrango tetap dibuka (kereta) dan tidak ada yang terganggu," kata Eva, kepada Kompas.com saat dihubungi, Sabtu (16/11/2019).

Ia mengatakn PT KAI tidak berwenang menjelaskan penyebab kecelakaan kerja tersebut, karena pengerjaan double track tersebut merupakan program yang sedang dikerjakan oleh satuan kerja di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Iya, terkait itu (korban), kejadian dapat konfirmasi langsung ke Kahumas DJKA," ujar dia

Baca juga: Longsor di Bogor Tak Ganggu Perjalanan Kereta

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Afdhalul Ikhsan, Puthut Dwi Putranto Nugroho | Editor : Dony Aprian, Aprillia Ika, Robertus Belarminus, Farid Assifa)

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X