Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tragedi Longsor Proyek Double Track Sukabumi-Bogor, Perginya Sang Tulang Punggung Keluarga...

Kompas.com - 18/11/2019, 08:48 WIB
Rachmawati

Editor

Mereka berdua sudah sepekan lebih bekerja di proyek rel ganda yang dikerjakan PT Hapska Mas itu,

Baca juga: Dua Korban Longsor Rel Ganda di Bogor Dimakamkan Bersamaan

"Kedua korban masih saudara saya, sudah sepantasnya saya mengajak mereka bekerja. Toh hasilnya banyak. Ini sudah takdir Allah dan saya berusaha ikhlas," ungkapya.

Saat kejadian Wisnu dan Mukti hanya berjarak 2 meter.

"Semua berjalan biasa saja, tiba-tiba longsor dan tak ada pertanda atau suara apapun. Wisnu dan Mukti jaraknya hanya dua meter saat tertimpa longsor," ungkap Siswandi.

Ia juga mengatakan mereka sudah sebulan mengerjakan proyek di lokasi tersebut. Ia menyebut kejadian tersebut di luar perkiraan.

"Sudah dikerjakan lebih dari sebulan. Lokasi sudah dites dan dipastikan aman. Namun takdir berkata lain. Ini sungguh di luar perkiraan," kata Siswandi yang juga warga Dusun Sinawah ini, Minggu (17/11/2019).

Selain dua orang yang tewas, Suwandi menggatakan bahwa tiga orang yang tewas juga warga Dusun Sinawah.

Baca juga: Sehari Sebelum Tewas Tertimpa Longsor, Wisnu Kabarkan Akan Kirim Uang untuk Ibunya

 

Tulang punggung keluarga

Tri Wisnu Mukti (34) adalah tulang punggung keluarga. Sejak masih remaja, Wisnu kerap merantau sebagai pekerja kasar setelah ayahnya meninggal dunia.

Di mata ibunya, Sulasih, Wisnu adalah pekerja keras dan anak yang berbakti pada ibunya.

"Sejak bapaknya meninggal dunia, Wisnu adalah tulang punggung keluarga. Wisnu anak yang baik dan soleh. Sering kirim uang saat bekerja. Kemarin aja sebelum meninggal, dia berencana mau kirim uang. Ya Allah...," ucap buruh tani ini.

Sulasih mengaku tak punya firasat apapun. Hanya saja sehari sebelum meninggal Wisnu mengabatkan akan segera mengirim uang ke ibunya,

Walaupun merasa sangat kehilangan putra kesayangan, Sulasih mengaku ikhlas dan berharap agar hak-hak anaknya dipenuhi.

"Harapan kami hak-haknya dipenuhi. Kami sudah ikhlas," kata Sulasih.

Baca juga: Tertimbun 5 Jam, Korban Longsor Pertambangan Clay Ditemukan Tewas

 

Tak ganggu perjalanan kereta

Bencana tanah longsor menerjang lokasi proyek double track Rel Kereta Api Sukabumi-Bogor di KM 19/900, Kampung Baru Rt. 02/07 Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tertimbun longsor pada Sabtu (16/11/2019) pagi, hingga saat para korban telah dievakuasi.DOK. BPBD Kabupaten Bogor Bencana tanah longsor menerjang lokasi proyek double track Rel Kereta Api Sukabumi-Bogor di KM 19/900, Kampung Baru Rt. 02/07 Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tertimbun longsor pada Sabtu (16/11/2019) pagi, hingga saat para korban telah dievakuasi.
Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan, peristiwa longsor yang terjadi pada Sabtu pagi tidak menyebabkan dampak pada prasarana perkeretaapian.

Ia memastikan bahwa perjalanan kerata api Bogor-Sukabumi atau sebaliknya tetao berjalan normal.

"Itu longsor di area pekerjaan untuk prasarana jalur rel tidak terdampak jadi meskipun ada longsor tadi, perjalanan KA Pangrango tetap dibuka (kereta) dan tidak ada yang terganggu," kata Eva, kepada Kompas.com saat dihubungi, Sabtu (16/11/2019).

Ia mengatakn PT KAI tidak berwenang menjelaskan penyebab kecelakaan kerja tersebut, karena pengerjaan double track tersebut merupakan program yang sedang dikerjakan oleh satuan kerja di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Iya, terkait itu (korban), kejadian dapat konfirmasi langsung ke Kahumas DJKA," ujar dia

Baca juga: Longsor di Bogor Tak Ganggu Perjalanan Kereta

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Afdhalul Ikhsan, Puthut Dwi Putranto Nugroho | Editor : Dony Aprian, Aprillia Ika, Robertus Belarminus, Farid Assifa)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com