Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Kompas.com - 17/11/2019, 22:17 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengikuti kegiatan Ngobrol Pimaslahateun untuk Desa (Ngopi Desa) di Gedung Dakwah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (28/10/19). DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratWakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengikuti kegiatan Ngobrol Pimaslahateun untuk Desa (Ngopi Desa) di Gedung Dakwah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (28/10/19).

KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengimbau pesantren di Jabar agar melek teknologi internet dan komputer, sehingga bisa mendapat bantuan modal usaha dari pemerintah.

"Tolong pesantren jangan gaptek (gagap teknologi). Harus paham masalah teknologi komputer dan digital, karena tahun ini era gadget, siapa yang menguasai digital itu yang akan menikmati perkembangan dunia. Kalau tidak, pesantren akan termarjinalkan," kata Uu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (17/11/2019).

Imbauan Uu itu berkaitan dengan program " satu pesantren satu produk" atau one pesantren one product (OPOP) yang sedang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Uu menjelaskan, program OPOP ini menyasar pesantren-pesantren di desa dan menjadi pilot project. Dana yang digelontorkannya pun cukup besar, yakni Rp 500 miliar.


Baca juga: DPRD Jabar: Program Satu Pesantren Satu Produk Sebatas Seremonial

Uu menyebutkan, jumlah total pesantren yang ada di Jawa Barat sebanyak 10.000 pesantren. Namun sayangnya, kata Uu, yang mendaftar hanya 4.300 pesantren.

Kendalanya adalah banyak pesantren yang kurang melek teknologi digital. Sementara pendaftaran program tersebut melalui internet atau registrasi online.

Dari 4.300 pesantren yang mendaftar, hanya 1.075 pesantren yang disetujui untuk mendapatkan dana bantuan modal masing-masing sebesar Rp 30 juta. Ajuan mereka disetujui setelah melalui proses penelitian persyaratan.

Uu mengatakan, setiap pesantren yang akan mendapatkan bantuan modal harus memiliki jenis usaha. Misalnya ada pesantren yang ingin memiliki usaha peternakan lele, maka sebelum diberi bantuan, pemerintah memberikan pelatihan kepada dua orang perwakilan untuk usaha tersebut.

"Lalu dites kembali setelah pelatihan itu, berhasil tidak. Kalau berhasil, maka dikasih bantuan, tahap pertama Rp 30 juta," kata Uu.

Namun sebelum diberi bantuan, pihak pesantren harus membuat memorandum of understanding (MoU) dengan calon pembeli. Hal itu agar produk pensntren yang dibiayai pemerintah bisa langsung dibeli.

Uu berharap tahun depan, pesantren penerima bantuan bertambah menjadi 2.000 pesantren per tahun, sehingga selama kepemimpinannya bersama Ridwan Kamil, semua pesantren di jabar sebanyak 10.000 pesantren akan mendapat bantuan usaha.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X