Kabur Saat Ditangkap, Pembunuh Dua Agen Sapi di Lampung Ditembak

Kompas.com - 16/11/2019, 13:19 WIB
Mulyadi (33) pembunuh dua agen sapi di Lampung Tengah ditangkap di Bangka Belitung, Kamis (14/11/2019). Pelaku ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap. (Foto: Humas Polres Lampung Tengah) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAMulyadi (33) pembunuh dua agen sapi di Lampung Tengah ditangkap di Bangka Belitung, Kamis (14/11/2019). Pelaku ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap. (Foto: Humas Polres Lampung Tengah)

LAMPUNG, KOMPAS.com – Mulyadi alias M (33) pelaku pembunuhan dua agen sapi di Lampung Tengah ditangkap polisi di Bangka Belitung. Pelaku ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Penangkapan Mulyadi oleh Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah dan Tim Resmob Polres Bangka Belitung itu dilakukan setelah kepolisian melacak keberadaan pelaku yang telah buron selama 10 hari.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad (Pandra) membenarkan kepolisian sudah menangkap pelaku pembunuhan Nursodik (35) dan Sukirno (38), dua agen sapi warga Lampung Timur.

Menurut Pandra, Mulyadi ditangkap di perkebunan Lingkungan Bedeng Ake, Kelurahan Sinar Jaya, Kecamatan Sungai Liat, Bangka Belitung pada Kamis (14/11/2019).

Baca juga: Pembunuhan Dua Agen Sapi, Pelaku Menyeret Korban ke Ruang Shalat

Polisi menembak kaki Mulyadi yang hendak kabur saat digerebek.

“Pelaku terpaksa ditindak tegas karena berusaha kabur saat hendak ditangkap,” kata Pandra, Sabtu (16/11/2019).

Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengakui melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat sebelum bersembunyi di Bangka Belitung. Mulyadi kabur setelah membunuh kedua agen sapi itu pada akhir Oktober 2019 lalu.

Diketahui, kasus pembunuhan sadis ini terungkap saat warga menemukan jasad Nursodik di Sungai Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah pada Sabtu (2/11/2019). Kemudian jasad Sukirno ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi penemuan jasad Nursodik pada Minggu (3/11/2019) siang.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Dua Agen Sapi Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

Pengakuan istri pelaku

Dari keterangan sejumlah saksi, diketahui Nursodik dan Sukirno menghilang setelah mengantarkan tiga ekor sapi ke rumah pelaku M pada Kamis (31/10/2019) lalu.

Pembunuhan ini pun mulai menemui titik terang saat istri pelaku Mulyadi menceritakan suaminya meracuni kedua korban menggunakan kopi yang dicampur racun hama dan memukulnya menggunakan sebilah besi.

“Kedua korban lalu disuguhi kopi, tetapi ternyata sudah dicampur racun hama tikus. Setelah kopi diminum, kedua korban tidak sadarkan diri. Oleh pelaku, kedua korban dipukul menggunakan besi. Lalu jasadnya dibuang ke sungai,” kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Gagal Panen, Pasokan Ikan Air Tawar di Pasar Tradisional Cianjur Menurun

Regional
Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Mobil Mercy Tabrak Belakang Truk Brimob, Sopir Tewas, 2 Luka

Regional
Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Banjir di Sumbar, 327 Rumah Warga Tergenang, Satu Bocah Tewas

Regional
Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Usai Makan Ikan, 1 Warga Tewas, 5 Dirawat di Rumah Sakit

Regional
Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Cerita Ones, Guru Pedalaman Papua Dapat Beasiswa di Rusia, Ingin Bangun Sekolah di Kampung Halaman

Regional
Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Susul Aceh dan NTB, Bank Nagari Jadi BPD Syariah Ketiga di Indonesia

Regional
Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Kawah Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Regional
Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Jatuh dari Motor, Pria Ini Tewas Tertabrak Mobil

Regional
Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Segel Kantor DLH Kota Parepare Akhirnya Dibuka

Regional
Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Setelah Mengaku Hamil, Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Dibunuh Kekasih

Regional
Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Partai Gelora Klaim sebagai Partai Islam Nasionalis

Regional
Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Diselundupkan dari Malaysia, 4 Anak Singa, 1 Leopard, dan 58 Kura-kura Dimasukkan dalam Kotak

Regional
Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Desainer Kerajinan Kulit Langka, Pemkab Magetan Akan Buka D1 Gratis

Regional
TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

TEDxJalanTunjunganWomen: Sebarkan Ide Pendidikan Seks hingga Menggali Potensi Perempuan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X