Kompas.com - 16/11/2019, 10:16 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Ribuan warga korban gempa di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku hingga kini masih terus bertahan di lokasi pengungsian di hutan-hutan dan perbukitan desa mereka.

Selain karena rumah-rumah mereka ada yang mengalami kerusakan, banyak dari warga yang masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena masih merasa trauma akibat gempa susulan yang terus dirasakan di wilayah itu.

“Bagaimana mau turun, setiap hari kita rasa tanah goyang (gempa) disini,” kata Imran salah satu warga Desa Kairatu yang dihubungi Kompas.com dari Ambon, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Sulitnya Pengungsi Bercinta di Lokasi Pengungsian, Sewa Penginapan hingga Minta Bilik Asmara

Imran mengaku dia dan keluarganya sebenarnya telah kembali pulang ke rumah beberapa hari yang lalu, namun setelah gempa magnitudo 5,1 mengguncang wilayah itu empat hari yang lalu mereka kembali memilih mengungsi ke perbukitan.

“Bukan kita saja, banyak orang yang ikut mengungsi. Ada warga lain dari hari pertama gempa sampai saat ini juga tidak pernah turun, kalaupun mereka turun hanya karena ada keperluan mendadak,” katanya.

Rasakan gempa setiap hari

Dia menyebut, hampir setiap hari warga di wilayah Kairatu dan sekitarnya merasakan goyangan gempa, sehingga mereka sangat merasa trauma dan takut untuk kembali.

”Apalagi kita yang tinggal di pinggir pantai, pasti takut lah, tadi saja barusan ada beberapa kali gempa paling kuat sekali kita rasakan di sini,” katanya.

Selain warga di Kairatu, sejumlah warga yang mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah juga masih merasa kahwatir untuk kembali ke rumah karena gempa susulan yang masih terus terjadi.

“Pemerintah suru kita kembali ke rumah, apa dong (mereka) tidak rasa gempa selama ini ya? siapa yang bisa jamin keselamatan kita kalau kita kembali di rumah,” kata Yohanes salah satu warga Desa Waai yang dikonfirmasi Kompas.com secara terpisah.

Baca juga: Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Tidak bisa memaksa

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy mengaku pihaknya tidak bisa memaksa warga untuk kembali ke rumah-rumah mereka saat ini. 

Pihaknya memahami  gempa susulan masih terus terjadi dan itu membuat warga takut.

“Kita memang tidak bisa memaksa mereka turun, itu dari kesadaran warga saja," katanya. 

"Tapi kita berharap agar gempa segera redah dan mereka yang rumahnya rusak bisa kembali lagi ke kampung,” harapnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.