Keluh Kesah Pengungsi: Bagaimana Mau Pulang, Setiap Hari Ada Gempa...

Kompas.com - 16/11/2019, 10:16 WIB
Anak-anak pengungsi korban gempa di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, belajar di tenda darurat di lokasi pengungsian, Jumat (18/10/2019). KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYAnak-anak pengungsi korban gempa di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, belajar di tenda darurat di lokasi pengungsian, Jumat (18/10/2019).

AMBON, KOMPAS.com - Ribuan warga korban gempa di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku hingga kini masih terus bertahan di lokasi pengungsian di hutan-hutan dan perbukitan desa mereka.

Selain karena rumah-rumah mereka ada yang mengalami kerusakan, banyak dari warga yang masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena masih merasa trauma akibat gempa susulan yang terus dirasakan di wilayah itu.

“Bagaimana mau turun, setiap hari kita rasa tanah goyang (gempa) disini,” kata Imran salah satu warga Desa Kairatu yang dihubungi Kompas.com dari Ambon, Sabtu (16/11/2019).

Baca juga: Sulitnya Pengungsi Bercinta di Lokasi Pengungsian, Sewa Penginapan hingga Minta Bilik Asmara

Imran mengaku dia dan keluarganya sebenarnya telah kembali pulang ke rumah beberapa hari yang lalu, namun setelah gempa magnitudo 5,1 mengguncang wilayah itu empat hari yang lalu mereka kembali memilih mengungsi ke perbukitan.

“Bukan kita saja, banyak orang yang ikut mengungsi. Ada warga lain dari hari pertama gempa sampai saat ini juga tidak pernah turun, kalaupun mereka turun hanya karena ada keperluan mendadak,” katanya.

Rasakan gempa setiap hari

Dia menyebut, hampir setiap hari warga di wilayah Kairatu dan sekitarnya merasakan goyangan gempa, sehingga mereka sangat merasa trauma dan takut untuk kembali.

”Apalagi kita yang tinggal di pinggir pantai, pasti takut lah, tadi saja barusan ada beberapa kali gempa paling kuat sekali kita rasakan di sini,” katanya.

Selain warga di Kairatu, sejumlah warga yang mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah juga masih merasa kahwatir untuk kembali ke rumah karena gempa susulan yang masih terus terjadi.

“Pemerintah suru kita kembali ke rumah, apa dong (mereka) tidak rasa gempa selama ini ya? siapa yang bisa jamin keselamatan kita kalau kita kembali di rumah,” kata Yohanes salah satu warga Desa Waai yang dikonfirmasi Kompas.com secara terpisah.

Baca juga: Kisah Pengungsi Gempa Maluku, Sengsara di Tenda, Dipungut Rp 100.000 untuk Nikmati Penerangan

Tidak bisa memaksa

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy mengaku pihaknya tidak bisa memaksa warga untuk kembali ke rumah-rumah mereka saat ini. 

Pihaknya memahami  gempa susulan masih terus terjadi dan itu membuat warga takut.

“Kita memang tidak bisa memaksa mereka turun, itu dari kesadaran warga saja," katanya. 

"Tapi kita berharap agar gempa segera redah dan mereka yang rumahnya rusak bisa kembali lagi ke kampung,” harapnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Polda Sulut Tangkap 3 Orang Sindikat Pengedar Sabu Antar-provinsi

Regional
Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Dapat Nomor Urut 2, Paslon Petahana Pilkada Trenggalek Akan Berkampanye Penuh Cinta

Regional
Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Tracing Pegawai Dinkes DIY Meninggal karena Covid-19, Ini Hasilnya

Regional
Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Ini Makna Nomor Urut bagi 3 Pasangan Calon di Pilkada Jember

Regional
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Sulut, Olly: Menang Total

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Dapat Nomor Urut 1, Cabup Kristiana Muki Ajak Paslon Lain Tolak Kampanye Hitam

Regional
Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Dinyatakan Tak Memenuhi Syarat, Calon Petahana di Pilkada Banggai Berencana Gugat KPU

Regional
Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Seorang Guru dan Anaknya Positif Covid-19, Tertular Suami yang Pulang dari Malang

Regional
Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Prasasti Soe Hok Gie–Idhan Lubis Dipasang di Puncak Mahameru

Regional
Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Ada Klaster Ponpes di Purwokerto dan Kebumen, Warga Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Setelah Diisolasi 65 Hari, Nenek 70 Tahun Sembuh dari Covid-19

Regional
Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Murah Bebas Ongkir, Cara Jatim Jamin Ketersediaan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Pengundian Nomor Urut 3 Paslon Pilkada Kendal, Ini Hasilnya

Regional
Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Calon Tunggal Pilkada Ngawi Dapat Posisi Sebelah Kiri di Surat Suara

Regional
Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Lawan Kotak Kosong, Calon Petahana di Pilkada Semarang Dapat Posisi Kiri Surat Suara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X