KILAS DAERAH

Emil Dukung Raperda Pasar Pusat Distribusi Jadi Perda, Asalkan..

Kompas.com - 15/11/2019, 21:05 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memberikan pendapat terkait Prakarsa Raperda Pasar Pusat Distribusi oleh DPRD Jabar dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (15/11/19).
DOK. Humas Pemerintah Jawa BaratGubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memberikan pendapat terkait Prakarsa Raperda Pasar Pusat Distribusi oleh DPRD Jabar dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (15/11/19).

Akan dijadikan Perda

Adapun tindak lanjut dari Raperda yang diprakarsai oleh DPRD Jabar ini adalah akan disahkannya menjadi Perda.

Emil pun sudah sepakat karena regulasi itu akan mengatur kegiatan perdagangan barang dan menjamin pasokan kebutuhan barang pokok dengan harga terjangkau.

Baca juga: Ridwan Kamil: Jawa Barat Harus Menjadi Provinsi Pariwisata

"Kami (Pemda Provinsi Jabar) sepakat karena itu akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas distribusi, peningkatan iklim dan kepastian berusaha, perlindungan petani, UMKM dan pedagang pasar," kata Emil.

Walau begitu, Emil menyebut bahwa Raperda itu perlu dibahas lebih dalam. Utamanya, pengaturan pembangunan koridor ekonomi khususnya pengembangan pusat produksi serta pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan di setiap wilayah Jabar

"Strategi apa yang akan dikembangkan untuk mencapai arahan kebijakan tersebut sehingga dapat ditindak lanjuti oleh pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan, ini masih harus dibahas oleh DPRD Jabar," tutur Emil.

Adapun Raperda tentang Pasar Pusat Distribusi memiliki dua fungsi, yaitu sebagai distribusi utama dan khusus.

Distribusi utama berfungsi melakukan pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok dengan volume yang cukup, berkualitas, dan harga stabil.

Sementara itu, distribusi khusus berfungsi sebagai penyangga dan agen kegiatan perdagangan untuk mendorong terciptanya pemerataan usaha, meningkatkan pendapatan pedagang dan pelaku UMKM.

Baca juga: Kembangkan Perdesaan, Pemuda Jawa Barat Jadi Patriot Desa

Menurut Emil, untuk mencapai dua fungsi tersebut perlu arahan lebih lanjut dari Raperda tersebut sebagai kebijakan yang sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah.

"Bagaimana juga Raperda ini mengatur distribusi barang penting," kata Emil.

Sementara itu, Raperda tentang Pasar Pusat Distribusi ini akan kembali dibahas oleh DPRD dan Pemda Provinsi Jawa Barat pada rapat paripurna yang rencananya digelar akhir November mendatang.

Agenda utama rapat paripurna nantinya menghadirkan jawaban fraksi-fraksi terhadap pandangan Gubernur Jabar tentang Raperda Pasar Pusat Distribusi tersebut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X