Kesal Ada Pemadaman Listrik Bergilir, Mahasiswa Demo PLN NTB

Kompas.com - 15/11/2019, 19:57 WIB
Puluhan mahasiswa PMII unjuk rasa memprotes kebijakan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (15/11/2019). Pemadaman bergilir dinilai merugikan warga dari berbagai sisi. KOMPAS.com/IDHAM KHALIDPuluhan mahasiswa PMII unjuk rasa memprotes kebijakan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (15/11/2019). Pemadaman bergilir dinilai merugikan warga dari berbagai sisi.

MATARAM, KOMPAS.com - Pemadaman listrik secara bergilir di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat membuat membuat puluhan masa dari Pergerakan Mahasiswi Islam Indonesia (PMII) turun berdemo di depan kantor PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) NTB, Jumat (15/11/2019). 

Massa mahasiswa menilai pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah daerah kota Mataram dalam sepekan ini membuat para konsumen listrik merugi.

"Lihatlah gara-gara PLN memadamkan listrik banyak masyarakat (konsumen) yang rugi tidak bisa melakukan aktivitas perekonomian usaha," ungkap Korlap aksi Arief Dai Sujai berteriak menggunakan megaphone, Jumat. 

Tidak hanya mengganggu aktivitas perekonomian, namun aktivitas pendidikan juga berdampak akibat pemadaman listrik bergilir.

"Tidak hanya saja di sektor perekonomian, namun juga kami yang sedang belajar kuliah juga terganggu," kata Arief.

Baca juga: [HOAKS] Informasi Pemadaman Listrik di Jateng dan DIY

Alasan PLN tidak rasional

Masa juga menyampaikan, bahwa alasan PLN NTB memadamkan listrik secara bergilir karena banyak pengguna AC tidaklah rasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Alasan dari PLN tidak rasional, kayanya memadamkan listrik karena banyak yang menggunakan AC, mana hasil penelitiannya," kata Arief.

Sebelumnya juga ada aksi mahasiswa Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi (Amapetra) Kamis (14/11/2019) yang juga memprotes pemadaman listrik. 

Pada kesempatan itu, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram Dony Noor Gustiarsyah menyampaikan bahwa alasan pemadaman listrik dikarenakan daya pembangkit listrik yang sedang dilakukan perawatan sehingga suplai daya berkurang.

"Kondisi sistem Lombok saat ini, beban saat ini 229 MW, kemampuan mesin kami kalau  beroperasi semua di 270 MW, jadi surplus 10 MW sampai 12 MW. Namun pembangkit kami tidak beroperasi semua karena sedang ada perawatan," kata Dony.

Menurut dia, daya mampu sistem Lombok saat ini sebanyak 226 MW dan masih kekurangan 36 MW.

Dony mengharapkan, kepada semua pihak agar bisa bersabar, karena tim dari PLN sedang berupaya untuk segera menormalkan listrik di Lombok.

Baca juga: BPBD NTB Akan Kumpulkan Kepala Daerah Terkait Perpanjangan Masa Transisi Pasca Gempa



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.