Halau TKA Ilegal, Pengawasan WNA di Pulau Terdepan Belakang Padang Diperketat

Kompas.com - 15/11/2019, 19:04 WIB
Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan operasi gabungan. KOMPAS.COM/HADI MAULANATim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan operasi gabungan.

BATAM, KOMPAS.com - Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau ( Kepri) memperketat pengawaan orang asing atau warga negara asing ( WNA) di wilayah tersebut. 

Timpora pun melaksanakan kegiatan operasi gabungan untuk pemantauan WNA, Jumat (15/11/2019). 

Operasi ini diselenggarakan untuk memantau kegiatan orang asing melalui jalur perairan Batam, khususnya yang ada di sejumlah pulau-pulau yang ada di Belakang Padang. 

Pulau-pulau di Belakang Padang merupakan pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.


Baca juga: Polres Tanggamus Menyisir Perairan untuk Mencari WNA yang Tenggelam

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang Washono saat ditemui di kantornya, Jumat (15/11/2019) mengatakan, operasi gabungan yang melibatkan Pihak Kecamatan Belakang Padang, Polsek Belakang Padang, Kejaksaan Negeri Batam, TNI AD, BIN dan sejumlah instansi lainnya. 

Kesemuanya tergabung dalam Timpora. Menurut dia, operasi gabungan ditujukan untuk mengantisipasi kasus transnasional di perairan perbatasan di wilayah pulau-pulau yang ada di Belakang Padang dan sekitarnya.

Seperti operasi yang dilakukan saat ini, pihaknya melakukan pemeriksaan di dua pulau yang ada di wilayah Belakang Padang, yakni Pulau Nirup dan Pulau Sambu.

Pengawasan WNA di Pulau Nirup diperketat sebab saat ini pulau tersebut sedang dalam pembangunan kawasan wisata. Ditakutkan adanya tenaga kerja asing (TKA) yang dipekerjakan di pulau Nirup tersebut.

"Kemarin kami mendapatkan informasi ada orang asing yang kepulau tersebut, makanya bersama timpora Imigrasi Kelas II Belakang Padang kami pastikan," kata Washono di Belakang Padang, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Anak Tuntut Ayahnya di Pengadilan | WNA Mabuk Pukul Sekuriti di Bali

Washono mengaku pihak kontraktor di pulau Nirup membenarkan adanya orang asing beberapa waktu lalu ke sana, namun bukan untuk bekerja melainkan untuk melihat pembangunan villa di pulau tersebut.

"Pengakuan pihak kontraktor, orang asing tersebut hanya berniat untuk membeli villa yang dibangun, dan semua pekerjanya diambil dari masyarakat pulau sekitar dan tenaga ahli dari Jakarta," jelasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X