Kasus Penganiayaan Mahasiswa UMI, Diduga Dendam Antarkelompok hingga 3 Pelaku Dikeluarkan dari Kampus

Kompas.com - 15/11/2019, 18:31 WIB
Tiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa UMI Andi Fredi Akirmas meninggal dunia saat diamankan di Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANTiga pelaku penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa UMI Andi Fredi Akirmas meninggal dunia saat diamankan di Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).

KOMPAS.com — Setelah menetapkan tiga tersangka atas kasus penganiayaan yang dialami mahasiswa Univeristas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Andi Fredi Akirmas, fakta demi fakta pun mulai terungkap.

Salah satu motif penyerangan ini merupakan dendam lama akibat bentrokan dari dua organisasi antara pelaku dan korban yang terjadi beberapa waktu lalu.

Motif ini sendiri terungkap setelah penyidik kepolisian Polrestabes Makassar memeriksa 12 orang saksi.


Baca fakta selengkapnya:

1. Motif diduga akibat dendam antarkelompok

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas mengatakan bahwa motif penyerangan ini merupakan dendam lama akibat bentrokan dari dua organisasi antara pelaku dan korban yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Adnas saat konferensi pers di aula Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).

"Jadi memang ada dendam lama. Kemudian mungkin belum ada solusi sampai akhirnya terjadilah hal-hal seperti ini. Ini kemudian yang seharusnya bisa diselesaikan," kata Adnas.

Baca juga: Penganiayaan Mahasiswa UMI Diduga Akibat Dendam Antarkelompok

 

2. Penyerangan diduga sudah direncanakan

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat konferensi pers kasus penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa UMI meninggal dunia di aula Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).KOMPAS.COM/HIMAWAN Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat konferensi pers kasus penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa UMI meninggal dunia di aula Polrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan bahwa selain otak penyerangan yang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO), ada beberapa pelaku penyerangan juga yang berstatus sama.

"Yang merencanakan aksi penyerangan itu sudah kita identifikasi cuma masih dicari. Dia ini aktor," kata Indratmoko saat diwawancara, Kamis (14/11/2019).

Indratmoko juga mengatakan, penyidik masih mendalami apakah kasus penyerangan ini murni penyerangan biasa atau sudah terencana.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X