RSUD Wonosari Batasi Pemohon Surat Kesehatan Per Hari

Kompas.com - 15/11/2019, 16:48 WIB
Antrean Pencari Surat Keterangan Sehat di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta Jumat (15/11/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOAntrean Pencari Surat Keterangan Sehat di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta Jumat (15/11/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pembukaan pendaftaran calon pegawai negri sipil (CPNS), menyebabkan ratusan orang mengantre untuk mendapatkan surat kesehatan sehat jasmani dan rohani di RSUD Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta.

Mereka harus menunggu selama lima hari untuk mendapatkan selembar surat keterangan yang menjadi syarat untuk mendaftar CPNS.

Berdasarkan pantauan, sejak pagi hingga siang, ratusan orang mengantre di loket untuk mendapatkan nomor urut pendaftaran. 

Salah satu pengantre, Nurrahmat Hidayat mengaku, sudah dua kali mencoba mendaftar sebagai sipir di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Tidak apa-apa saya mengantre karena banyak yang datang. Saya sudah dua kali ikut CPNS," katanya, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Urus SKCK di Bekasi Diklaim Lebih Cepat karena Terapkan Antrean Online

Mahasiswa kuliah semester 3 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta ini memiliki cita-cita sejak kecil ingin menjadi sipir.

"Semoga tahun ini lancar semua," ucapnya.

Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati mengatakan pelayanan pembuatan surat keterangan sehat jasmani dan rohani sudah terjadi seminggu lalu.

Agar pelayanan maksimal, pihaknya hanya membatasi 50 orang setiap harinya. 

"Untuk kesehatan jiwa kan harus wawancara, jadi butuh waktu. Ditambah dokter spesialis jiwa kami hanya satu orang jadi antreannya lama, berbeda dengan tahun lalu, dibantu oleh koas tentu saja yang koas spesialis jiwa," tuturnya.

Baca juga: Pengajuan SKCK Membludak sebagai Syarat CPNS, Seluruhnya Akan Masuk Kas Negara

Dengan banyaknya antrean saat ini, warga yang sudah mengambil nomor urut pada hari Rabu (13/11/2019) akan diperiksa hari Senin (18/11/2019).

Untuk itu RSUD akan memindahkan antrean di aula, agar memudahkan pemeriksaan dan antrean. Nantinya untuk kesehatan jiwa akan dibantu dokter umum yang berkopeten.

"Harapannya antrean cepat mengular, sehingga tidak perlu menunggu lama," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X