KILAS DAERAH

Jelang Akhir Tahun, Pemprov Sulsel Antisipasi Terjadinya Inflasi

Kompas.com - 15/11/2019, 14:41 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (tengah) saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Kota Se-Sulawesi Selatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (15/11/2019). Dok. Humas Pemprov SulselGubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah (tengah) saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Kota Se-Sulawesi Selatan, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (15/11/2019).

KOMPAS.com – Gubernur Sulawesi Selatan ( Sulsel) Nurdin Abdullah mengimbau semua pihak untuk mengantisipasi peningkatan harga komoditas menjelang akhir tahun.

Menurutnya, dari 17 komoditas yang paling sering menyebabkan inflasi, ada empat komoditas utama yang menjadi kategori prioritas.

Keempat komoditas itu, yakni beras, ikan bandeng, daging ayam ras, dan ikan cakalang. Komoditas ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena persistensi tinggi dengan bobot dominan dibandingkan komoditas lain.

Contohnya, beras memiliki persistensi yang cukup tinggi (0,54) dengan bobot inflasi 4,81 persen.

Baca juga: Percepat Pembangunan, Sulsel Buat Rancangan Anggaran Sebelum Penyerahan DIPA

Selain itu, menurutnya, masih ada beberapa masalah struktural yang menjadi penyebab inflasi. Misalnya, ketimpangan harga di tingkat petani dan pedagang.

Permasalahan rentenir yang banyak melilit petani kecil hingga pedagang yang menyimpan dan tidak mendistribusi barang.

“Jangan sampai sejak Indonesia merdeka sistem ijon (penjualan hasil tanaman dalam keadaan hijau atau masih belum dipetik dari batangnya) dan penguatan modal melalui rentenir," papar Nurdin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (15/11/2019).

Selain itu, ke depan, dia berharap petani tidak lagi mengandalkan cara petik jual. Namun, dapat mengolah hasil produksi sehingga memiliki nilai tambah.

Baca juga: Ini Langkah Disdukcapildalduk Sulsel Sukseskan Pilkada Serentak 2020

Strategi pengendalian inflasi

Untuk itu, diperlukan penguatan strategi tim pengendali inflasi daerah dalam jangka panjang. Nurdin menambahkan, untuk mengendalikan inflasi perlu dilakukan secara struktural melalui tiga strategi utama.

Pertama, melakukan penguatan produksi dan distribusi. Kedua, melalui teknologi dengan penguatan riset dan aplikasi teknologi tepat guna. Terakhir, melalui pembiayaan dengan penguatan skim pembiayaan produksi pertanian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X