Sebanyak 22 Bangunan di Ternate Rusak Ringan akibat Gempa Magnitudo 7,1

Kompas.com - 15/11/2019, 12:59 WIB
Salah satu rumah warga di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara yang dinding rumahnya retak akibat gempa bermagnitudo 7,1 pada Kamis (14/11/2019) KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASANSalah satu rumah warga di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara yang dinding rumahnya retak akibat gempa bermagnitudo 7,1 pada Kamis (14/11/2019)

TERNATE, KOMPAS.com - Puluhan rumah warga di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, rusak akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (14/11/2019), pukul 23.17 WIB.

Sejumlah warga di Kecamatan Batang Dua juga dikabarkan mengalami luka ringan akibat terkena reruntuhan bangunan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate Mansur P Mahli mengatakan, untuk wilayah Kota Ternate belum ada laporan korban jiwa akibat gempa magnitudo 7,1.

“Tadi pagi kita sudah terhubung dengan Lurah Mayau di Kecamatan Batang Dua dan di sana memang ada kerusakan bangunan rumah warga serta mengalami luka ringan,” kata Mansur di kantor BPBD Ternate, Jumat (15/11/2019).


Baca juga: Hingga Jumat Siang, 89 Kali Gempa Susulan Terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi

Warga luka ringan dan bangunan yang mengalami kerusakan itu tersebar di tiga kelurahan di Kecamatan Batang Dua, yaitu Kelurahan Mayau, Bido dan Lelewi.

“Semuanya masih kategori ringan. Untuk sementara, itu data yang kami dapatkan dan kita akan terus update,” ujar Mansur.

Aktivitas masyarakat di wilayah Kota Ternate, hingga Jumat pagi sudah kembali normal, meski pada Kamis malam sempat ada yang mengungsi ke daerah yang lebih tinggi.

Mansur mengimbau warga Kota Ternate dan sekitarnya agar tetap meningkatkaan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, seiring masih adanya gempa-gempa susulan hingga Jumat pagi.

“Kalau ada gempa harus berusaha berlindung di bawah meja, atau berlari keluar. Namun tentunya tetap lindungi kepala. Hindari berlindung di bawah pohon atau bangunan-bangunan yang diperkirakan mudah roboh,” kata Mansur.

Sementara itu, Lurah Mayau Abrie saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jumlah bangunan yang mengalami kerusakan di Kecamatan Batang Dua mencapai 22 unit.

Bangunan yang rusak terdiri dari 10 unit di Kelurahan Mayau dan 10 unit di Kelurahan Lelewi.

Kemudian, 2 unit di Kelurahan Bido.

“22 unit itu sudah termasuk bangunan rumah ibadah yakni 3 unit. Semuanya rusak ringan, selain ada dinding roboh, ada juga dinding hanya retak,” kata Abrie.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X