BPBD Maluku Utara: Gempa Magnitudo 7,1 Rusak 15 Rumah dan 3 Gereja, 2 Warga Terluka

Kompas.com - 15/11/2019, 11:25 WIB
Puluhan warga Kampung Ambong mengungsi ke Gunung Wori yang merupakan area ketinggian yang terletak di wilayah Desa Winuri, Likupang Timur, Kamis (14/11/2019) tengah malam. Area ini berjarak 3 kilometer dari Kampung Ambong. Sementara Kampung Ambong sendiri hanya berjarak 300 meter dari bibir pantai. KOMPAS.com/Chermanto TjaombahPuluhan warga Kampung Ambong mengungsi ke Gunung Wori yang merupakan area ketinggian yang terletak di wilayah Desa Winuri, Likupang Timur, Kamis (14/11/2019) tengah malam. Area ini berjarak 3 kilometer dari Kampung Ambong. Sementara Kampung Ambong sendiri hanya berjarak 300 meter dari bibir pantai.

KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara (Malut) menyatakan, setidaknya ada 15 rumah dan tiga gereja di Pulau Batang Dua mengalami kerusakan pasca-gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Maluku Utara, Kamis (14/11/2019). 

Selain itu bangunan, BPBD Malut dua warga di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami luka-luka.

"Sesuai laporan hingga siang ini khususnya di Pulau Batang Dua Ternate, korban luka 2 orang, rumah rusak ringan 5 unit, rumah retak 12 unit dan gereja rusak ringan sebanyak 3 unit," kata Kepala BPBD Malut, Karim Buamona di Ternate, Jumat.


Baca juga: Peringatan Dini Tsunami Berakhir Pasca-gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Seperti dilansir dari Antara, data lengkap kondisi kerusakan adalah 3 rumah mengalami retak di Kelurahan Mayau Batang Dua.

Di Kelurahan Lelewi Batang Dua, ada 2 rumah rusak ringan dan Kelurahan Bido Kecamatan Batang Dua, 1 rumah rusak ringan.

Untuk rumah ibadah, ada tiga gereja alami rusak ringan, yaitu Gereja GPDI Eklesia, GPM Jemaat Efata dan Gereja GKPMI vila Bido. Ketiga gereja tersebut alami kerusakan di bagian pelafon.

Sementara itu, BPBD Maluku Utara telah membuka posko semenatra di kawasan Esa, Kota Ternate.

Lalu, kondisi terkini dilaporkan dilaporkan beraktifitas normal, tapi malam akan kembali ke pengungsian di lokasi yang tinggi untuk antisipasi hal-hal yang mereka tidak inginkan

"Kami telah melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota dan sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi tersebut," jelas Karim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X