Stan Digusur, Pedagang Unggas Pasar Keputran Khawatir Omzet Menurun

Kompas.com - 14/11/2019, 21:36 WIB
Pedagang Unggas di Pasar Lokomotif Jatinegara ditertibkan Satpol PP, Kamis (3/5/2018) Stanly RavelPedagang Unggas di Pasar Lokomotif Jatinegara ditertibkan Satpol PP, Kamis (3/5/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com - Slamet, pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan, Surabaya, Jawa Timur, khawatir saat berjualan di tempat baru pendapatannya menurun.

"Saya sudah jualan 20 tahun di sini ( Pasar Keputran Selatan). Saya khawatir pendapatan berkurang, tidak seperti biasanya setelah stan digusur," ujar Slamet, Kamis (14/11/2019).

Warga asal Kalibokor, Kelurahan Pucang Sewu, Kecamatan Genteng, Surabaya, menjelaskan di tempat lama ia mampu menghasilkan dua ton unggas per hari.


"Tempat jualan yang baru posisi di dalam pasar, kalau di sini di pinggir jalan raya," ujarnya.

Baca juga: Stan Pasar Keputran Surabaya Digusur Juga karena Limbah Unggas Tak Terurus

Meski ia mengakui perugas dari Satpol PP maupun PD Pasar Surya kerap melakukan sosialisasi bakal melakukan penertiban, sejatinya ia kurang setuju untuk pindah di tempat baru.

"Sebenarnya saya tidak sepakat digusur. Tapi mau gimana lagi, saya pasrah. Mau tidak mau, kita harus mau," lirihnya.

Usai Satpol PP melakukan penertipan, kata dia, para pedagang unggas akan direlokasi ke dalam pasar.

Baca juga: Ada Pelebaran Jalan, Puluhan Stan di Pasar Keputran Surabaya Digusur

Diberitakan sebelumnya, puluhan personel Satpol PP, BPB Linmas, dan beberapa alat berat dikerahkan untuk meratakan puluhan stan yang kerap digunakan para pedagang unggas.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, penertiban di Pasar Keputran Selatan dilakukan untuk mempercepat rencana Pemkot Surabaya melakukan pelebaran Jalan Sulawesi menuju arah Jalan Pandegiling.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya Pieter Frans Rumaseb mengatakan selain kepentingan pelebaran jalan, penertiban stan dilakukan karena limbah unggas kerap tidak diperhatikan para pedagang.

Menurut Pieter, masalah tersebut selalu dikeluhkan para pengguna jalan yang melintas di area Pasar Keputran Selatan.

"Karena itu kita lakukan penertiban atau pembongkaran stan pedagang pasar unggas di sisi utara pasar," kata Pieter.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah Secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X