9 Fakta di Balik Penangkapan Terduga Teroris di Riau, Bikin Takut Warga hingga Berencana Buat KTP

Kompas.com - 14/11/2019, 20:19 WIB

Kata dia, terduga pelaku ditangkap sedang berada disebuah warung yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Saya lihat langsung polisi pakai senjata dan berompi anti pelaku menangkap WN. Saya jadi merinding melihatnya. Sekampung heboh," tambah Kadindin.

Baca juga: Sebelum Ditangkap, Terduga Teroris Minta Uang Jajan dan Kerjaan

8. Minta Uang Jajan dan Kerja

Salah satu terduga teroris yang ditangkap di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, sempat meminta uang dan kerjaan kepada warga.

Hal itu diakui Katib Sarbaini (55), salah seorang pemilik kebun sawit di Desa Kuapan.

"Saya ketemu dia di kebun sawit hari Minggu (10/11/2019). Itu setelah kawan-kawannya (terduga teroris) yang lain sudah ditangkap hari Sabtu (9/11/2019)," sebut Katib saat diwawancarai wartawan, Rabu (13/11/2019).

Diceritakan petani ini, awalnya dia sedang bekerja di kebun sawit, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tak dikenal menghampirinya.

Saat itu, terduga pelaku meminta uang. Namun, Katib mengaku sedang tidak ada uang.

"Dia minta tolong kasih uang Rp10 ribu buat jajan. Tapi saya bilang gak ada bawa uang. Terus dia minta kerja, diupah Rp20 ribu per hari gak apa-apa katanya. Saya bilang lagi gak ada kerja," kata Katib.

Dia mengaku sempat kaget saat bertemu dengan pria tersebut. Namun, Katib tidak mengetahui bila pria itu sedang dalam pengejaran Densus 88.

"Saya kaget juga waktu jumpa dia. Tapi lantaran bawa parang, saya gak begitu takut," ujar Katib.

Setelah semua permintaannya ditolak, kata dia, pelaku langsung pergi dengan melompati pagar kebun sawit.

"Dia langsung pergi lompar pagar. Katanya mau ke kebun," tambah Katib.

Baca juga: Densus 88 Amankan 3 Terduga Teroris di Banten, 1 di Jawa Tengah

9. Mau Buat KTP dan KK

Dua orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, sempat mau membuat membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Hal itu diceritakan Kepala Desa Kuapan, M Zen saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (14/11/2019).

"Sekitar sebulan lalu pernah datang ke kantor desa dua orang mau buat KTP dan KK," sebut Zen.

Kedua terduga pelaku, sambung dia, saat itu menemui sekdes untuk mengurus identitas tersebut.

Namun, sekdes menolak karena kedua pelaku tidak membawa persyaratan yang diperlukan.

"Surat pindahnya gak ada. Jadi berangkat desa tidak mau membuatkan. Setelah itu mereka langsung pergi," kata Zen.

Dia menambahkan, kedua terduga pelaku juga tidak pernah mau melapor sebagai warga baru.

Zen membantah jika pihaknya kecolongan dengan keberadaan terduga teroris di wilayah kerjanya.

"Kami sebenarnya tidak kecolongan. Kami tahu mereka tinggal di sini, tapi mereka gak mau melapor sama ketua RT atau pun RW," akui Zen.

Baca juga: Kronologi Penangkapan 2 Terduga Teroris di Cianjur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.