Kekeringan Belum Selesai, Anggaran Distribusi Air di Gunungkidul Sudah Habis

Kompas.com - 14/11/2019, 18:35 WIB
Tangki Saat Droping Air di Dusun Manggung ,Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Senin (16/9/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOTangki Saat Droping Air di Dusun Manggung ,Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Senin (16/9/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki November 2019, intensitas hujan masih belum merata di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Dampak kekeringan pun masih dirasakan sebagian besar masyarakat di lokasi tersebut.

Namun, anggaran dari pemerintah untuk distribusi air bersih ternyata sudah habis.

Bantuan dari swasta pun tinggal beberapa hari ke depan.


"Iya anggaran dropping sudah habis," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki saat dihubungi Kompas.com, Kamis (14/11/2019). 

Baca juga: Warga Gunungkidul Temukan Granat yang Diduga Aktif di Pekarangan

Anggaran distribusi air bersih sudah habis sejak beberapa waktu lalu.

Saat ini, pihak BPBD masih mengandalkan bantuan dari swasta yang masih tersisa untuk 5 hari sampai 6 hari ke depan.

"Jika sampai tanggal 20 tidak turun hujan, kita akan berkoordinasi dengan pak Sekda untuk meningkatkan status darurat kekeringan," ucap Edy.

Untuk saat ini, hujan sudah turun di sebagian wilayah Gunungkidul.

Namun di beberapa wilayah lain, hingga kini belum turun hujan.

Baca juga: Kisah Perjuangan Warga di Belu, Berburu Air untuk Bertahan Hidup

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hujan akan merata di dasarian ketiga November 2019.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Sultan Putra Kusumah VIII: Kesultanan Selaco Cagar Budaya dan Diakui UNESCO

Regional
Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Dibekap, Jasad Dibuang ke Jurang, Anak Hakim Medan Ingin Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X