Polres Tanggamus Menyisir Perairan untuk Mencari WNA yang Tenggelam

Kompas.com - 14/11/2019, 12:40 WIB
Keluarga Koran tiga Warga Negara China yang hilang di Pulang Sangiang, Banten, berkumpul di Posko Pencarian di Pelabuhan Merak, Jumat (8/11/2019) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINKeluarga Koran tiga Warga Negara China yang hilang di Pulang Sangiang, Banten, berkumpul di Posko Pencarian di Pelabuhan Merak, Jumat (8/11/2019)

LAMPUNG, KOMPAS.com – Polres Tanggamus menyisir perairan dan pantai di wilayah hukumnya untuk mencari warga asing yang tenggelam di Perairan Sangiang Banten.

Pencarian meliputi perairan enam polsek di Tanggamus.

Kepala Bagian Operasional Polres Tanggamus Kompol Bunyamin mengatakan, pencarian korban dilakukan di perairan Polsek Pematang Sawa, Polsek Semaka, Polsek Wonosobo, Polsek Kota Agung, Polsek Cukuh Balak, dan Polsek Limau.

Penyisiran di perairan tersebut dilakukan bersama Polair Polda Lampung, sejak Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Diperpanjang hingga 15 November, Pencarian 3 WN China Difokuskan ke Lampung

Namun, menurut Bunyamin, penemuan korban masih nihil.

“Belum ditemukan tanda-tanda sosok penyelam WNA itu. Jika hari ini cuaca bersahabat, kami akan melakukan pencarian lagi,” kata Bunyamin, Kamis (14/11/2019).

Penyisiran perairan dan pantai ini menyusul ditemukanya jenazah penyelam di Perairan Teluk Bengkunat, Pekon Kota Jawa, Kabupaten Pesisir Barat, pada Senin kemarin.

Terkait hal tersebut, Bunyamin pun meminta agar masyarakat bisa segera menghubungi kepolisian jika menemukan jenazah berpakaian penyelam.

“Masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Tanggamus, apabila menemukan mayat penyelam tersebut, agar dapat menghubungi Polres Tanggamus,” kata Bunyamin.

Awalnya, tujuh orang wisatawan asal China melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangiang, Banten pada Minggu (3/11/2019) lalu.

Penyelam dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama muncul ke permukaan laut sekitar pukul 14.45 WIB.

Tim kedua sempat muncul, kemudian masuk ke air lagi dan tidak muncul kembali.

Dugaan sementara, turis asal China itu terseret arus bawah laut.

Menurut data yang dihimpun, mereka yang hilang adalah Tan Xue Tao (L) dari PT Wuling Motor dan Tian Yu (L) dari PT China-lndonesia.

Kemudian, Wang Bing Yang (L), dari PT Morowali Industry Aico.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Ibu Rumah Tangga Histeris Minta Tolong Saat Diterkam dan Diseret Buaya

Regional
Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X