Gempa di Ambon: 2 Warga Meninggal, 9 Orang Terluka dan 13 Rumah Rusak

Kompas.com - 13/11/2019, 18:24 WIB
Pasien di rumah sakit umum Al Fatah Ambon dikeluarkan dari ruang perawatan ke halaman rumah sakit saat gempa 5,1 magnitudo mengguncnag Ambon, Selasa malam (12/11/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPasien di rumah sakit umum Al Fatah Ambon dikeluarkan dari ruang perawatan ke halaman rumah sakit saat gempa 5,1 magnitudo mengguncnag Ambon, Selasa malam (12/11/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kota Ambon mencatat sebanyak sembilan warga mengalami luka-luka akibat gempa magnitudo 5,1 guncang Ambon pada Selasa malam (12/11/2019).

Kepala BPBD Kota Ambon, Demy Paays mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak sembilan warga yang terluka akibat gempa itu sempat dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

“Korban luka yang kami terima itu ada sembilan orang, mereka semua sempat dirawat rumah sakit dan saat ini enam orang telah kembali ke rumah,” kata Demy kepada wartawan, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: 2 Warga Ambon Meninggal akibat Serangan Jantung saat Gempa Mengguncang


Ada pun warga yang meninggal dunia akibat gempa tersebut sebanyak dua orang, yakni Rahim Bugis, warga Tantui, Kecamatan Sirimau dan Stevanus Jeremias, warga Passo, Kecamatan Baguala.

Keduanya meninggal dunia bukan karena tertimpa reruntuhan bangunan melainkan serangan jantung saat gempa terjadi.

“Untuk korban meninggal dunia itu ada dua, itu karena serangan jantung saat gempa terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru mengatakan, sesuai data sementara yang diterima, jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa magnitudo 5,1 sebanyak 13 unit.

“Ini data untuk Kecamatan Sirimau saja, saya berharap semoga rumah rusak jumlahnya itu saja jangan bertambah lagi,” katanya.

Menurutnya, kerusakan akibat gempa di empat kecamatan lain saat ini masih didata.

"Masih didata kita tunggu sampai sore, setelah diverifikasi baru ketahuan mana yang rusak berat, ringan dan sedang, dan mengetahui apakah sudah pernah diverikasi sebelumnya atau tidak,” tandasnya.

Gempa magnitudo 5,1 mengguncnag Pulau Ambon dan sekitarnya pada Selasa malam sekitar pukul 19.10 WIT.

Gempa terjadi di lokasi 3.49 Lintang Selatan dan 128.35 Bujur Timur atau berjarak 16 km bagian selatan Kairatu, Seram Bagian Barat dan 30 km timur laut Ambon dengan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.

Baca juga: Dampak Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Ambon, Bangunan Rusak, 1 Tewas

Selain merusak rumah-rumah warga, gempa tersebut juga ikut menyebabkan kerusakan pada rumah susun di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, pusat perbelanjaan Maluku City Mall dan monumen nasional dr Leimena di kawasan Poka, sebuah masjid di Gunung Malintang, serta asrama di pondok Pesantren Al Anshor di kawasan Air Besar.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

4 Fakta Tewasnya Buruh Bangunan di Tangan Mandor

Regional
Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Gibran Daftar Calon Wali Kota di Pilkada Solo 2020 Lewat DPD PDI-P Jateng Hari Terakhir

Regional
Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Hari Pertama Pendaftaran, Gibran Masih Belum Mendaftar di DPD PDI-P Jateng

Regional
Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Fakta di Balik Longboat Terbalik, 1 TNI Hilang hingga Tim Gabungan Diterjunkan

Regional
Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Malu Dicap Keluarga Miskin, 18 KK Penerima PKH di Gresik Mundur

Regional
Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Kasus Mandor Bunuh Buruh Bangunan, Pelaku Merasa Berdosa dan Serahkan Diri

Regional
Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Dompu Rusak Disapu Angin Kencang

Regional
Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Korban Penipuan Arisan Online hingga Rp 10 Miliar Diduga Tak Cuma di Makassar

Regional
Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Diduga Perkosa Nenek 87 Tahun hingga Pingsan, Seorang Kakek Ditahan Polisi

Regional
Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Ini Alasan Penumpang AirAsia di Bandara YIA yang Bercanda Bawa Bom

Regional
BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

BJ Habibie Terima ICMI Award sebagai Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Regional
3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

3 Tahun Menghilang, Buronan Kasus Korupsi Ini Ternyata Menikah Lagi

Regional
Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf: Ironis, Indonesia Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar di Dunia

Regional
Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Kulon Progo Sita Kas Desa Banguncipto

Regional
Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Penjelasan PT KAI soal Pemasangan Patok yang Meresahkan Warga Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X