250 Mahasiswa Serentak Tanam Pohon di Situs Ratu Boko

Kompas.com - 13/11/2019, 12:33 WIB
Di Candi Boko para mahasiswa tersebut menanam beragam jenis flora, antara lain 1,350 tanaman perdu dan semak berbunga meliputi Bugenvil, Tanjung, Merak, Soka, serta Kepel. Dok Djarum FoundationDi Candi Boko para mahasiswa tersebut menanam beragam jenis flora, antara lain 1,350 tanaman perdu dan semak berbunga meliputi Bugenvil, Tanjung, Merak, Soka, serta Kepel.
Editor M Latief

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 250 melakukan penanaman pohon secara serentak di kawasan situs Ratu Boko dan Candi Ijo, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (12/11/2019).

Ratusan mahasiswa itu berasal dari Universitas Sanata Dharma, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan beberapa universitas lainnya.

Di Candi Boko para mahasiswa tersebut menanam beragam jenis flora, antara lain 1,350 tanaman perdu dan semak berbunga meliputi Bugenvil, Tanjung, Merak, Soka, serta Kepel. Sementara di Candi Ijo, flora yang ditanam adalah Soka, Ruellia, dan Melati dengan total mencapai 1000 tanaman.

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Program ini mengajak anak milenial untuk tak hanya sekadar perduli, namun terlibat langsung dalam aksi nyata, yaitu bergerak bersama-sama menjaga kerusakan pada bumi, terutama Situs Ratu Boko yang sudah menjadi salah satu warisan budaya diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ( UNESCO).

Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan, Rabu (13/11/2019), Wakil Presiden Direktur Djarum Foundation, FX Supanji, mengatakan program Candi Sadar Lingkungan sudah merampungkan penghijauan di 4 candi di DIY dan Jawa Tengah, yakni di kawasan Candi Prambanan yakni Candi Roro Jonggrang, Candi Sewu, Candi Bubrah serta Candi Lumbung diikuti dengan situs warisan sejarah Benteng Van den Bosch di Ngawi, Jawa Timur.

"Untuk cakupan lebih luas, kami sudah rencanakan program ini akan melakukan gerakan penghijauan candi-candi lainnya di seluruh Indonesia. Program ini kami targetkan rampung pada 2025 mendatang," ujar Supanji.

Tak hanya mempercantik situs sejarah, kegiatan ini juga diramaikan dengan workshop "Pilah Sampah Jadi Berkah" yang membahas pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Workshop ini bertujuan mengedukasi mahasiswa untuk menjadikan sampah sebagai benda bernilai ekonomis dan bisa dipergunakan kembali.

Untuk itu, lanjut Supanji, Siap Darling masih akan membuka kesempatan bagi mahasiswa terlibat bergabung sebagai Darling Squad yang akan melakukan kegiatan tersebut. Sebagai daya tariknya, program ini juga menggandeng musisi peduli lingkungan, Kunto Aji.

"Untuk jangka panjangnya, kami berharap langkah ini akan menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan. Menghijaukan kawasan candi ini sangat unik, karena biasanya kita melakukan penghijauan itu kan di area-area gersang, bukan di lokasi wisata," tambah Supanji.

General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko, Wiharjanto, menyatakan sepakat dengan Supanji. Dia mengakui hal tersebut sangat membantu penghijauan di kawasan candi, terutama kawasan canti sudah menjadi primadona generasi milenial untuk berswafoto saat mengunjunginya.

Menurut Wiharjanto, walaupun memiliki pesona lima gapura megah yang dipercaya sebagai sisa-sisa bangunan Keraton Ratu Boko, lokasi dengan luas area 250.000 m2 tersebut seringkali berhawa sangat panas di siang hari.

"Kalau ditanami ribuan pohon seperti ini kan bukan cuma enak dipandang, tapi hawanya teduh. Wisatawan jadi nyaman," ujarnya.

Situs Ratu Boko menjadi primadona generasi milenial yang berburu sunset. Hal ini terlihat dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada tahun 2018 sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi oleh anak muda. Mayoritas dari pengunjung datang di sore hari untuk berswafoto di gapura utama Situs Ratu Boko,” kata Wiharjanto.

Dia mengakui, situs Ratu Boko sudah menjadi primadona bagi wisatawan yang berburu sunset. Terlihat dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada 2018, sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi oleh anak muda ke kawasan ini. Mayoritas dari pengunjung datang di sore hari untuk berswafoto di gapura utama Situs Ratu Boko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X