Djaduk Ferianto di Mata Keluarga: Pribadi yang Baik dan Suka "Gojekan"

Kompas.com - 13/11/2019, 10:22 WIB
Para pelayat mulai berdatangan dirumah duka Djaduk Ferianto di Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAPara pelayat mulai berdatangan dirumah duka Djaduk Ferianto di Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Almarhum Djaduk Ferianto dimata keluarga merupakan sosok yang baik dan perhatian terhadap keluarga.

Penggagas Gelaran Ngayogjazz ini juga dikenal sebagai pribadi yang suka "gojek" (bercanda).

"Djaduk itu orangnya baik," kakak Kandung Djaduk Ferianto Otok Bima Sidharta saat ditemui dirumah duka Kembaran, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (13/11/2019)

Otok menyampaikan Djaduk Ferianto merupakan pribadi yang serius ketika mengerjakan apapun.

Baca juga: Djaduk Ferianto Meninggal karena Serangan Jantung, Sang Kakak Kaget

 

Namun, di sisi lain penggagas gelaran Ngayogjazz ini juga sosok yang humoris dan mudah bergaul dengan siapapun.

"Djaduk itu orangnya guyonan, gojekan (bercanda). Tetapi juga pribadi yang serius," ungkapnya.

Menurutnya, sang ayah Bagong Kussudiardjo tidak pernah memaksakan anak-anaknya untuk menjadi seniman. Hanya saja memang Djaduk Ferianto memilih untuk berkecimpung di kesenian.

Djaduk Ferianto lahir di Yogyakarta pada 19 Juli 1964. Djaduk merupakan anak bungsu seniman tari legendaris Bagong Kussudiardjo.

Baca juga: Mendiang Djaduk Ferianto, Menjawab Tantangan Zaman dengan Ngayogjazz

Meninggal karena serangan jantung

Dari tujuh bersaudara, ada empat anak Bagong Kussudiardjo yang berkecimpung di dunia kesenian.

"Yang menjadi seniman ada tiga orang, sebenarnya empat, tetapi satu sudah meninggal. Ada Mba Ita seniman tari, saya karawitan, Butet seni monolog dan segala macam seni, kemudian Djaduk seni musik," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seniman musik Djaduk Ferianto meninggal dunia pada Rabu (13/11/2019) sekitar pukul 03.00 Wib.

Seniman kelahiran Yogyakarta pada 19 Juli 1964 ini meninggal dunia karena serangan jantung.

Baca juga: Jenazah Djaduk Ferianto Akan Dimakamkan di Makam Keluarga di Bantul



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man Jalani Karantina Mandiri

Regional
Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Ada Gugatan di MK, Pemenang Pilkada Rembang dan Purworejo Belum Ditetapkan

Regional
Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan, Seorang Pria di Gorontalo Ditangkap

Regional
Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Polisi Ungkap Kasus Jual Beli Ribuan Benih Lobster Ilegal, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Tangan Sudah Diborgol, Bandar Narkoba Ini Nekat Lompat ke Danau

Regional
Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Truk Pembawa Minuman Kemasan Terguling di Tawangmangu, Muatannya Dijarah Warga

Regional
Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Kisah Tragis Bocah 14 Tahun Dipukul Ayahnya dengan Sapu hingga Gagangnya Patah, Berawal dari Pinjam Motor

Regional
Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Pakai Jilbab, Kadisdik: Itu Kebijakan Lama, Akan Dievaluasi

Regional
Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Jadi Penyintas Covid-19, Bupati Lumajang Thoriqul Haq Sumbangkan Plasma Darah

Regional
Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Petani di Jambi Resah, Terancam Gagal Panen gara-gara Pupuk Oplosan

Regional
Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Seberangi Sungai Cimanuk dengan Jeriken, Warga Sumedang Hilang Terseret Arus

Regional
Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Balas Dendam Pernah Dianiaya, Pria Asal Cianjur Tebas Tangan Korban hingga Putus

Regional
Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Kapolda Babel Akhirnya Disuntik Vaksin Covid-19, Sempat Batal gara-gara Gula Darah Naik

Regional
Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Cerita Nakes Disuntik Vaksin Covid-19, Awalnya Sempat Ragu karena Punya Sakit Jantung

Regional
Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Untuk Topang Perekonomian, Produksi Migas di Sekitar Jabar Ditingkatkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X