Narkoba Masuk Cianjur Lewat Jalur Tikus, Sasar Pelajar hingga Mahasiswa

Kompas.com - 13/11/2019, 08:00 WIB
Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto saat menginterogasi para bandar narkoba yang dirilis di halaman Mapolres Cianjur, Selasa (12/11/2019). Dalam sepekan terakhir petugas menciduk sembilan bandar narkoba jenis sabu, ganja dan psikotropika. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto saat menginterogasi para bandar narkoba yang dirilis di halaman Mapolres Cianjur, Selasa (12/11/2019). Dalam sepekan terakhir petugas menciduk sembilan bandar narkoba jenis sabu, ganja dan psikotropika.

CIANJUR, KOMPAS.com – Dalam sepekan terakhir, jajaran Satserse Narkoba Polres Cianjur membekuk sembilan bandar narkoba jenis sabu, ganja dan psikotropika dari sejumlah tempat berbeda.

Dari tangan mereka, petugas mengamankan sabu seberat 6,75 gram, ganja seberat 2,7 kilogram dan puluhan pil "setan" jenis Calmlet dan Alphazolam.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, wilayah Kabupaten Cianjur saat ini sudah bukan lagi sekedar tempat transit, namun telah menjadi sasaran dari peredaran barang haram tesebut.

“Mereka menyasar remaja, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Rata-rata para bandar ini mampu menjual 4-5 gram narkoba,” kata Juang saat ekspose kasus narkoba di halaman Polres Cianjur, Selasa (12/11/2019) petang.

Baca juga: 9 Bandar Narkoba Diciduk, Jalur Pengiriman ke Cianjur Terungkap

Narkoba yang beredar di Cianjur sendiri berasal dan dipasok dari luar daerah, terutama dari wilayah Jabodetabek, Sukabumi dan Bandung.

“Pengirimannya menggunakan jalur-jalur alternatif, termasuk jalur-jalur tikus. Lintas Jonggol merupakan akses yang paling sering digunakan mereka dalam menyelundupkan narkoba, termasuk juga dari jalur Sukabumi,” kata Juang.

Lewat jalur tikus

Untuk mengelabui petugas, para bandar narkoba ini mengemas barang mereka sedemikian rupa dan membawanya menggunakan sepeda motor agar bisa masuk ke jalur-jalur tikus untuk menghindari patroli dan razia petugas.

“Kita terus tingkatkan pengawasan dan kewaspadaan di wilayah-wilayah tersebut, termasuk penempatan personil di titik-titik rawan masuknya narkoba ke Cianjur,” ujar dia.

Juang bertekad tidak akan memberikan ruang dan celah bagi para bandar narkoba dalam mengedarkan barang haram mereka di wilayah hukum Cianjur.

“Kita persempit ruang geraknya. Jangan ada lagi narkoba beredar di Cianjur, kita berangus. Apabila masih ada kita dapati bandar narkoba, kita tindak tegas, kalau perlu tembak di tempat," tandas Juang.

Baca juga: Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

9 bandar narkoba dibekuk

Sebelumnya diberitakan, sembilan bandar narkoba dibekuk jajaran Satserse Narkoba Polres Cianjur di sejumlah tempat di wilayah hukum Cianjur, Jawa Barat. 

Para tersangka, yakni AAB, DA, AW, FI, SO, DY, ES, UY dan AR merupakan bandar narkoba jenis sabu, ganja dan psikotropika.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para tersangka dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Berkat Jagung Warna-warni, Petani Asal Cianjur Diundang ke Stasiun TV hingga Jadi Pembicara di Malaysia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X