Kompas.com - 12/11/2019, 21:55 WIB
Para bandar dan pengedar narkoba dirilis di halaman Mapolres Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya sembilan bandar narkoba dibekuk timsus Satnarkoba. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPara bandar dan pengedar narkoba dirilis di halaman Mapolres Cianjur, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya sembilan bandar narkoba dibekuk timsus Satnarkoba.

CIANJUR, KOMPAS.com – Jajaran Satserse Narkoba Polres Cianjur menangkap sembilan pengedar dan bandar narkoba di sejumlah tempat di wilayah hukum Cianjur, Jawa Barat.

Para tersangka ini merupakan bandar sabu, ganja dan psikotropika, masing-masing berinisial AAB, DA, AW, FI, SO, DY, ES, UY dan AR.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu seberat 6,75 gram, ganja seberat 2,7 kilogram dan puluhan pil "setan" jenis Calmlet dan Alphazolam.

“Ini adalah bentuk komitmen kita dalam menumpas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Cianjur. Tidak akan kasih celah bagi para bandar,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto dalam ungkap kasus di halaman Polres Cianjur, Selasa (12/11/2019) petang.

Baca juga: Sebelum Ditembak Mati, Bandar Narkoba Nekat Tabrak Motor Polisi

Juang mengemukakan, wilayah Kabupaten Cianjur kini tidak hanya sebatas daerah transit narkoba, namun sudah menjadi tujuan dari peredaran dan pasar barang haram tersebut.

“Narkoba yang beredar di Cianjur ini dipasok dari sejumlah daerah terdekat, seperti Sukabumi, Bogor, dan Bandung,” sebut Juang. 

Pengirimannya sendiri dilakukan lewat jalur darat melalui “jalan tikus” termasuk jalur alternatif seperti Jonggol di wilayah Cikalongkulon.

“Termasuk pengiriman dari jalur Sukabumi. Tentunya, kita telah melakukan antisipasi,” ujar dia.

Baca juga: Kisah Irwan, Bandar Narkoba yang Ditembak Mati, Berawal dari Jual Ikan dan Kelapa

Pemain baru

Para pengedar dan bandar narkoba yang dibekuk kali ini sebut Juang, merupakan pemain baru yang baru beroperasi sekitar 2-4 bulan terakhir.

“Mereka menyasar remaja, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dalam mengedarkan narkobanya,” kata Juang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para tersangka dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Coba Rebut Senjata Petugas Saat Kejar-kejaran, Bandar Narkoba Tewas Tertembak di Kepala



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X