Wakajati NTB: Kadis Pariwisata Lombok Barat Peras Kontraktor, Ancam Persulit Izin

Kompas.com - 12/11/2019, 20:56 WIB
Suasana jumpa pers kasus OTT di Dinas Pariwisata Lombok Barat dengan tersangka Kadis Pariwisata Lombok Barat, IJ, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.com/IDHAM KHALIDSuasana jumpa pers kasus OTT di Dinas Pariwisata Lombok Barat dengan tersangka Kadis Pariwisata Lombok Barat, IJ, Selasa (12/11/2019).

MATARAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat berinisial IJ yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri Mataram di sebuah ruang Dinas Pariwisata Lombok Barat diduga melakukan pemerasan ke kontraktor. 

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat Anwarudin dalam jumpa pers mengenai kasus ini, Selasa (12/10/2019). 

Dia menyebutkan, kasus dugaan pidana yang dilakukan oleh Kadis Pariwisata Lombok Barat IJ yakni diduga sempat mengancam untuk mempersulit kontraktor pemegang izin proyek jika IJ tidak dikasih "jatah".

Baca juga: Kadis Pariwisata Lombok Barat Terjaring OTT

"Menurut laporan dari masyarakat, kontraktor jika tidak memberikan jatah, diancam IJ tidak akan membayar terminnya," kata Anwarudin.

Menurutnya, dugaan tindak pidana ini merupakan suatu pemerasan terhadap suatu pihak untuk meraup kepentingan pribadi.

"Ini adalah suatu bentuk dugaan pidana pemerasan," ujarnya.

Baca juga: Kadis Pariwisata Lombok Barat Jadi Tersangka Pemerasan

Minta fee 10 persen

Disebutkan, IJ terjaring OTT oleh Kejaksaan Negeri Mataram di sebuah ruang Dinas Pariwisata Lombok Barat.

Di lokasi OTT, Kejari Mataram menemukan sejumlah uang yang diduga hasil pemerasan terhadap pihak kontraktor proyek senilai Rp 95,8 juta

Sebelumnya, pihak Kejari Mataram menerima informasi dari masyarakat, bahwa IJ sebelumnya meminta  jatah 10 persen dari nilai proyek.

"Kronologinya, sebelumnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan meminta 10 persen dari harga proyek," ungkap Yusuf, Kepala Kejari Mataram. 

Baca juga: OTT Kadis Pariwisata Lombok Barat, Kejari Sita Uang Rp 95 Juta



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X