Mahasiswa UMI Makassar Tewas usai Diserang OTK di Kafe Kampus

Kompas.com - 12/11/2019, 20:31 WIB
Ilustrasi penyerangan HANDININGIlustrasi penyerangan

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berinisial AFA (21) meninggal dunia usai diserang orang tak dikenal (OTK) di sebuah kafe samping kampus, di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Selasa (12/11/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 Wita di samping Fakultas Hukum UMI. 

AFA sendiri tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UMI. 


"Benar. Saat ini saya masih berada di TKP," kata Indratmoko kepada Kompas.com

Baca juga: Viral Driver Ojol Dipukul Petugas Dishub di Makassar, Ini Kronologinya

Indratmoko mengungkapkan, sewaktu diserang, AFA bersama 7 rekannya sedang minum kopi di kafe.

Tiba-tiba sekitar 20 orang dengan membawa senjata tajam datang melakukan penyerangan di kafe itu. 

"Sekitar 20 orang OTK menutup muka sambil membawa parang, badik dan pipa besi langsung menyerang korban sehingga korban lari menyelamatkan diri," ucap Indratmoko. 

Akibat penyerangan itu, kata Indratmoko, AFA mengalami luka sabetan di punggung sebelah kanan. 

Mahasiswa hukum ini, kata Indratmoko, sempat dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar untuk mendapatkan perawatan. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal. 

Baca juga: Diselubungi Amarah, Pria di Makassar Aniaya Istrinya

Saat ini, sejumlah polisi masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan penjagaan serta mengantisipasi aksi balasan yang dikhawatirkan bakal terjadi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Regional
Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Regional
Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Regional
Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Regional
Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Regional
Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Regional
Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Regional
Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Regional
Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Regional
Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Regional
Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Regional
3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

Regional
Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Regional
Dengan Program 'Bangga Papua', Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Dengan Program "Bangga Papua", Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X