Protes Bus Trans Jateng, Puluhan Awak Mikrobus di Purbalingga Mogok Kerja

Kompas.com - 12/11/2019, 13:45 WIB
Awak mikrobus jurusan Purwokerto-Bobotsari mogok dan mendatangi Kantor Dinhub Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2019). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINAwak mikrobus jurusan Purwokerto-Bobotsari mogok dan mendatangi Kantor Dinhub Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (12/11/2019).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Puluhan awak mikrobus jurusan Purwokerto-Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menggelar aksi mogok kerja, Selasa (12/11/2019).

Mereka memprotes penambahan Halte Bus Trans Jateng Koridor I Purwokerto-Purbalingga pada tiga titik.

Selain itu, mereka juga memprotes rute Bus Trans Jateng di kawasan Kota Purbalingga.

Baca juga: Tarif BRT Trans Jateng Koridor Terminal Bawen-Stasiun Tawang Naik Mulai 1 April

Perwakilan awak mikrobus, Ganteng mengatakan, para awak bus keberatan dengan penambahan halte yang berada di Klenteng Sokaraja, Polsek Sokaraja dan Banjarsari, Kabupaten Banyumas.

"Penambahan halte mengakibatkan jumlah penumpang mikrobus menurun. Kami minta agar halte tersebut dibongkar," kata Ganteng usai audiensi di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Purbalingga, Selasa.

Ganteng juga meminta rute Bus Trans Jateng di wilayah Kota Purbalingga dikembalikan seperti semula.

Bus Trans Jateng dari arah Purwokerto, sebelum masuk Terminal Purbalingga memutar terlebih dahulu di kawasan kota.

"Kami juga minta jam operasional disesuaikan, tadinya tiga kali PP, sekarang empat kali PP. Penghasilan kami menurun, penghasilan kotor sehari tadinya Rp 200.000 hingga Rp 300.000, sekarang tidak sampai Rp 200.000," ujar Ganteng.

Baca juga: Luncurkan Trans Jateng Purbalingga-Banyumas, Ganjar Ajak Warga Naik Bus

Sementara itu, Kepala Dishub Purbalingga Yani Sutrisno mengatakan, akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada Balai Trans Jateng.

"Secara makro mereka oke dengan operasional Trans Jateng, tapi mereka minta diperhatikan, supaya difasilitasi, penumpang yang tidak terangkut Trans Jateng. Aspirasi kami tampung, nanti disampaikan ke provinsi," kata Yani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Zuldafri Darma Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Tanah Datar

Wakil Bupati Zuldafri Darma Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Tanah Datar

Regional
Kebakaran Pasar Wage Purwokerto Disebabkan Korsleting Listrik

Kebakaran Pasar Wage Purwokerto Disebabkan Korsleting Listrik

Regional
Kota Malang Kembali Zona Merah, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Kembali Zona Merah, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Regional
Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa Saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa Saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Regional
'Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli...'

"Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli..."

Regional
Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Regional
Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Regional
Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Regional
4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Regional
2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

Regional
Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Regional
Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Regional
Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X