Tragis, Perempuan ini Dijual Jadi PSK dan Diracun Suaminya Saat Hamil 8 Bulan

Kompas.com - 12/11/2019, 06:36 WIB
Ilustrasi perempuan dijual. SHUTTERSTOCKIlustrasi perempuan dijual.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Senin (4/11/2019), secara sembunyi-sembunyi AS (35) menuangkan empat bungkus racun tikur ke dalam minuman istrinya, M (32) yang sedang hamil.

M yang tidak mengetahui minuman penyegar yang diberikan suaminya mengandung Racun. M pun meminumnya.

M pun segera dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum, Semarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat itu kondisi M kritis dan jantung bayi dalam kandungannya lemah.


Dokter pun segera mengambil tindakan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan M. Beruntung M dan bayinya selamat.

Perempuan asal Citarum Selatan, Semarang itu pun sudah diperbolahkan pulang dari rumah sakit dengan membawa bayinya.

Jadi PSK karena dijual suami

Ilustrasi perempuan yang diperdagangkan untuk menjadi pekerja seks.KOMPAS/TOTO SIHONO Ilustrasi perempuan yang diperdagangkan untuk menjadi pekerja seks.
Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna mengatakan AS cemburu setelah istrinya, M mengaku selingkuh dengan pria lain di tempat kerjanya.

AM pun menuduh bahwa bayi yang dikandung M bukan anaknya.

Sehari-hari M bekerja sebagai pekerja seks komersial di kawasan Barito.

Kepada polisi AM mengaku sempat meminta M untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai PSK agar tidak bertemu dengan selingkuhannya,

Namun hal tersebut terbantahkan. Dari pemeriksaan polisi diketahui bahwa AS diduga menjual istrinya sebagai PSK untuk menutup utang.

"Tapi, itu hanya alasan saja sebab diduga pelaku sengaja menjual istrinya sebagai PSK karena terbebani utang. Kemudian, pelaku menuduh istrinya dihamili oleh pelanggan," ujar Agil.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X