Lindungi Sungai di Mojokerto, Perda Pengolahan Limbah Segera Disahkan

Kompas.com - 11/11/2019, 21:36 WIB
Sampah yang mengotori sungai Ledeng dibersihkan warga setempat, Minggu (10/11/2019) pagi. Sungai Ledeng berada di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSampah yang mengotori sungai Ledeng dibersihkan warga setempat, Minggu (10/11/2019) pagi. Sungai Ledeng berada di Dusun Sememi, Desa Modopuro, Kecamatan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Fenomena banyaknya aliran sungai di wilayah Kabupaten Mojokerto yang menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah mendapatkan perhatian DPRD setempat.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, segera mengesahkan Raperda pengolahan sampah dan limbah menjadi peraturan daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuroh mengungkapkan, regulasi tentang pengelolaan limbah dan sampah tersebut mengatur tentang mekanisme pengolahan sampah dan limbah.

Regulasi dalam bentuk peraturan daerah tersebut diharapkan bisa mengurangi volume sampah dan limbah yang dibuang ke sungai.


Baca juga: Warga Mojokerto Bersihkan Sungai Ledeng yang Penuh Sampah dan Usus Ayam

Menurut Ayni, persoalan sampah dan limbah yang mengotori dan mencemari sungai di wilayah Kabupaten Mojokerto, merupakan persoalan lama yang belum bisa ditangani secara maksimal.

Guna melindungi sungai, ujar dia, DPRD Kabupaten Mojokerto menginisiasi lahirnya regulasi tentang pengelolaan sampah dan limbah.

"Ini inisiatif dari Komisi 3 yang menangani soal lingkungan hidup. (Raperda) sudah masuk Prolegda 2020 dan ini khusus membahas soal penanganan limbah maupun sampah," kata Ayni kepada Kompas.com, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Satu Terdakwa Pembunuh dan Pembakar Pria Berkaus Polisi di Mojokerto Divonis Mati

TPA terbatas

Dikatakan Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto ini, maraknya sungai menjadi langganan pembuangan sampah dan limbah terjadi karena banyak faktor.

Menurut Ayni, salah satu faktornya, terbatasnya jumlah TPA di Kabupaten Mojokerto. Saat ini, dari 18 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto, hanya terdapat 3 TPA.

Faktor lainnya, ujar Ayni, kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap dampak dari membuang sampah atau limbah di sungai.

Baca juga: Sungai Ledeng Tercemar Limbah Usus Ayam, Polisi dan Pemkab Turun Tangan

Sampah usus ayam hingga popok bayi

Persoalan sungai menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah beberapa kali mencuat di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X