Seorang Karyawan Tewas setelah Separuh Badannya Terjepit Mesin Roll

Kompas.com - 11/11/2019, 20:19 WIB
Petugas Polres Semarang melakukab oleh TKP kecelakaan kerja di PT. ASM KOMPAS.com/ISTPetugas Polres Semarang melakukab oleh TKP kecelakaan kerja di PT. ASM

UNGARAN, KOMPAS.com - Kecelakaan kerja yang mengakibatkan seorang karyawan meninggal dunia terjadi di PT Albasia Sejahtera Mandiri (ASM) yang beralamat di Dusun Gintungan, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Korban meninggal karena separuh badannya terjepit mesin roll.

Kasubbag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supraptono mengatakan, kecelakaan kerja tersebut terjadi pada Senin (11/11/2019) sekitar pukul 11.45 WIB.

Saat itu, korban Muhamad Adji Massaid (20), warga Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, bersama rekannya, Pris Darmawanto selaku kepala unit, serta Danang Setiaji, Rizky Dwi Sanjaya, Slamet Waluyo, dan Arif Kurniawan, membersihkan mesin glue.


"Awalnya ketiga karyawan tersebut membersihkan roll mesin glue dari arah barat. Setelah selesai, berganti membersihkan roll mesin glue dari arah timur," jelasnya, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Kantor Penyelenggara Pernikahan Terbakar, Seorang Pegawai Tewas

Saat itu, posisi korban berada di paling selatan, sementara Danang di tengah, sedangkan Rizky berada di sebelah utara.

Awalnya Rizky membersihkan roll hitam mesin glue dengan menggunakan sikat, namun sikat tertarik masuk ke roll.

Setelah tahu kalau sikat tertarik, Rizky memberitahu korban dan Danang untuk tidak membersihkan roll warna hitam karena berbahaya, dan sesuai ketentuan, roll warna hitam seharusnya dibersihkan dari arah barat.

Tak berselang lama, saat Danang menoleh ke arah kiri, dia melihat kedua tangan korban terjepit di antara roll warna hitam.

Spontan, Danang mematikan mesin, tetapi mesin tidak langsung menghentikan roll hitam yang berputar. Setelah roll berhenti berputar, korban sudah meninggal dunia dengan keadaan setengah badan terjepit.

Karena adanya kejadian tersebut, pengelola pabrik lalu melapor ke Polsek Tengaran. Pukul 13.00 WIB, tubuh korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Salatiga.

Budi mengatakan, menurut keterangan dokter Anggara dari RSUD Salatiga, korban meninggal akibat dada yang tertekan sehingga menyebabkan gagal nafas.

"Sementara untuk luka ada patah tulang leher, pendarahan di mulut patah tulang dada, dan memar di tangan," paparnya.

Baca juga: Truk Semen Tabrak Mobil, 2 Penumpang Tewas, 4 Luka-luka

 

Lebih lanjut, pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menolak jenazah korban diautopsi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X