Dedi Mulyadi: Ada Amdal Saja Berantakan, Apalagi Tidak Ada

Kompas.com - 11/11/2019, 19:13 WIB
Anggota DPR RI Dedi Mulyadi saat memantau Sungai Cilamaya yang tercemar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019). handoutAnggota DPR RI Dedi Mulyadi saat memantau Sungai Cilamaya yang tercemar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi angkat bicara terkait rencana pemerintah pusat yang akan mengeluarkan kebijakan berupa penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Dedi mengatakan, penghapusan Amdal dan IMB sebagai alasan dari rencana percepatan investasi tidak tepat.

"Proses percepatan investasi bukan berarti meniadakan seluruh rambu-rambu yang mengatur tata kelola lingkungan," kata Dedi melalui sambungan telepon, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Bupati Karawang Tolak Rencana Penghapusan Amdal

Menurut Dedi, jika pemerintah berorintasi investasi tapi meniadakan aspek-aspek tata kelola lingkungan, maka investasi tersebut malah akan menjadi bencana.

"Kalau Amdal dihapuskan, terus yang akan melakukan analisis terhadap pengedalian lingkungan terhadap sebuah rencana pembangunan, baik investasi maupun non investasi apa? Ada Amdal saja pengelolaan lingkungan berantakan, apalagi enggak ada," katanya.

Dedi menambahkan, yang perlu dibenahi oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A Djalil adalah menetapkan konsultan-konsultan Amdal yang pro terhadap lingkungan.

"Konsultan Amdal-nya yang harus ditetapkan, konsultan yang memiliki integeritas yang enggak bisa ditawar untuk kepentingan. Biar puguh pada pemikirannyan tentang lingkungan," ucapnya.

Dedi mengatakan, kehancuran lingkungan menjadi masalah besar di Indonesia selain korupsi dan terorisme.

"Tata ruang kita ini belum beres, saya sudah berulang kali ngomong di komisi IV, ayo kita evaluasi tata ruang," katanya.

Baca juga: Walhi Soroti Amdal Pembangunan Tempat Wisata Gunung Pangrango di Sukabumi

Dedi menambahkan, kerusakan lingkungan dipastikan bakal merugikan negara ketimbang pendapatan yang didapat dari investasi.

"Suatu saat kita tidak dapat salary ekonomi, yang ada kerugian lingkungan yang jauh lebih mahal ketimbang yang didapat dari investasi," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Regional
Sebanyak 106 Karyawan PT Nipro Indonesia Jaya di Karawang Positif Covid-19

Sebanyak 106 Karyawan PT Nipro Indonesia Jaya di Karawang Positif Covid-19

Regional
McDonald’s Kuta Beach Tutup, Satpol PP Berjaga agar Kejadian di Sarinah Tak Terulang

McDonald’s Kuta Beach Tutup, Satpol PP Berjaga agar Kejadian di Sarinah Tak Terulang

Regional
Susul Ibu ke Kebun, Bocah 10 Tahun Malah Dibunuh lalu Diperkosa

Susul Ibu ke Kebun, Bocah 10 Tahun Malah Dibunuh lalu Diperkosa

Regional
Bubarkan Demo Mahasiswa dengan Helikopter, Pilot dan 4 Kru Diperiksa Propam

Bubarkan Demo Mahasiswa dengan Helikopter, Pilot dan 4 Kru Diperiksa Propam

Regional
Diduga Melanggar Kode Etik, 12 Komisioner KPU dan Bawaslu Sumbar Disidang DKPP

Diduga Melanggar Kode Etik, 12 Komisioner KPU dan Bawaslu Sumbar Disidang DKPP

Regional
Ridwan Kamil Ingatkan Keterisian Rumah Sakit di Jabar Sudah Lampu Kuning

Ridwan Kamil Ingatkan Keterisian Rumah Sakit di Jabar Sudah Lampu Kuning

Regional
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Perairan Selatan Sumbawa, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Perairan Selatan Sumbawa, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Buntut Dangdutan di Tengah Pandemi, Pemkot Tegal Tutup Obyek Wisata dan Padamkan Lampu Jalan

Buntut Dangdutan di Tengah Pandemi, Pemkot Tegal Tutup Obyek Wisata dan Padamkan Lampu Jalan

Regional
Foto Bugil Ibunya Disebar ke WhatsApp Teman hingga Guru, Pelajar SMP Lapor Polisi

Foto Bugil Ibunya Disebar ke WhatsApp Teman hingga Guru, Pelajar SMP Lapor Polisi

Regional
Aniaya Pengendara Motor, 2 Anggota Satpol PP Makassar Ditangkap

Aniaya Pengendara Motor, 2 Anggota Satpol PP Makassar Ditangkap

Regional
Update Level Kewaspadaan, 5 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah

Update Level Kewaspadaan, 5 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah

Regional
Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Pupuk Organik, Solusi Petani Hemat Biaya Produksi di Masa Pandemi

Regional
Seorang Pemilik Hotel di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Toilet

Seorang Pemilik Hotel di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Toilet

Regional
Sopir Ekspedisi Bawa Kabur 1 Kontainer Sepatu Siap Ekspor, Dijual Sendiri Seharga Rp 150 Juta

Sopir Ekspedisi Bawa Kabur 1 Kontainer Sepatu Siap Ekspor, Dijual Sendiri Seharga Rp 150 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X