Diancam Pakai Badik, Mahasiswi Diperkosa Ayah Tiri hingga Hamil

Kompas.com - 11/11/2019, 18:55 WIB
Pelaku berinisial AR saat wawancara awak media di Kantor Polresta Samarinda, Senin (11/11/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONPelaku berinisial AR saat wawancara awak media di Kantor Polresta Samarinda, Senin (11/11/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com — Seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Samarinda, Kalimantan Timur, hamil lima bulan karena diperkosa ayah tiri.

Kejadian ini terungkap saat ibu kandung mendampingi korban membuat laporan polisi pada 3 November 2019 di Polresta Samarinda.

Ibu kandung korban menaruh curiga ketika pulang dari Sulawesi ke Samarinda akhir Oktober.

Dia melihat ada perubahan sikap anaknya, jadi pendiam dan perut mulai membesar seiring usia kehamilan.

"Setelah dibujuk oleh ibunya, baru korban terbuka. Dia cerita diperkosa ayah tiri," ungkap Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Samarinda Iptu Rihard Nixon saat memberi keterangan pers, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Pemerkosaan 9 Perempuan di Jombang, Salah Satu Korban Diperkosa karena Pacaran dengan Adik Pelaku

Nixon mengatakan, awal pemerkosaan dilakukan pada Mei 2019 di Makassar ketika keluarga ini pulang kampung.

Di sana ayah tiri berinisial AR (43) menyetubuhi korban berusia 18 tahun dua kali. Korban diancam dibunuh jika menceritakan peristiwa ini ke ibunya atau orang lain.

Lima bulan kemudian peristiwa itu kembali dialami korban di Samarinda.

Saat itu, ibu kandung korban pulang ke Sulawesi bersama tiga adik korban pada 4 Oktober 2019.

Karena tak ingin anak gadisnya tinggal serumah dengan ayah tiri, ibu korban meminta anak gadisnya menyewa kos dekat kampus.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X