Kisah Seorang Kakek 10 Tahun Berjuang Mengikis Gunung dengan Linggis untuk Membuka Jalan Desa

Kompas.com - 11/11/2019, 12:17 WIB
Seorang kakek bernama Samsul, selama 10 tahun mengikis gunung menggunakan linggis untuk membuat akses jalan di desanya yang berada di Dusun Benteng, Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba. Seorang kakek bernama Samsul, selama 10 tahun mengikis gunung menggunakan linggis untuk membuat akses jalan di desanya yang berada di Dusun Benteng, Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.Seorang kakek bernama Samsul, selama 10 tahun mengikis gunung menggunakan linggis untuk membuat akses jalan di desanya yang berada di Dusun Benteng, Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang kakek bernama Samsul, selama 10 tahun mengikis gunung menggunakan linggis, untuk membuat akses jalan di desanya yang berada di Dusun Benteng, Kelurahan Borongrappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba.

Tak kenal lelah dan bahaya, Samsul yang kini sudah lanjut usia terus berjuang membuka akses jalan ke kampungnya yang terisolasi agar bisa digunakan masyarakat.

Selama 10 tahun, Samsul terus mengikis gunung. Ini agar warga tak harus memutar mengelilingi hutan untuk sampai ke jalan utama.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Sriyono Guru PAUD Penyandang Disabilitas dari Blora

Mimpi Samsul pun akhirnya terwujud dan akses jalan yang dibuatnya dengan keringat dan kerja keras akhirnya bisa digunakan masyarakat.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang mengetahui perjuangan keras Samsul langsung mendatangi kakek itu ke kampungnya. 

Andi menceritakan, di kampung terisolasi itu, ditinggali 100 orang dalam 10 rumah. Sebelum Samsul membuka akses jalan, untuk ke jalan utama warga harus menyeberang sungai dan harus mendaki gunung.

Bahkan, tidak ada satu pun kendaraan yang bisa menembus ke kampung terisolir tersebut. Baik roda dua, terlebih lagi kendaraan roda empat. Sehingga, warga harus menempuh dengan berjalan kaki berjam-jam. 

“Dari kota Kabupaten Bulukumba, perjalanan menggunakan kendaraan sekitar 1 jam 30 menit untuk bisa sampai ke kampung Pak Syamsul. Sekarang kan sudah bisa dilalui kendaraan, setelah Pak Samsul menggali gunung meski jalannya terjal. Sebelumnya, warga harus berjalan kaki melalui sungai besar dan memanjati gunung serta melewati hutan-hutan. Tapi, Pak Samsul pun sudah membuka akses jalan baru dan membuat jembatan seadanya,” kata Andi, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (11/11/2019). 

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X