Seorang Warga Tewas, Situasi di Tolikara Papua Sempat Memanas

Kompas.com - 11/11/2019, 10:43 WIB
Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal. KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIKabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Situasi keamanan di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, pada Sabtu (9/11/2019) sempat memanas.

Massa membakar sebuah rumah karena salah seorang warga bernama Yalimen Wandik (27) tewas tertembak.

Aparat gabungan TNI-Polri pada Minggu (10/11/2019) telah menggelar rekontruksi untuk mengungkap fakta dibalik kerusuhan tersebut.

"Pelakasanaan olah TKP oleh Sat Reskrim Polres Tolikara dilaksanakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penganiayaan terhadap anggota TNI-AD yang berujung pada penembakan terhadap masyarakat (tewas) yang terjadi pada 9 November 2019," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes AM. Kamal, melalui rilis, Senin (11/11/2019).

Baca juga: Bawaslu Investigasi Pembakaran Kantor Distrik Nunggawi, Kabupaten Tolikara Papua, Ini Hasilnya

Dari informasi awal di lapangan, terang Kamal, kejadian berawal saat korban yang dalam keadaan pengaruh minuman beralkohol melakukan pemukulan terhadap salah satu anggota Kopassus TNI-AD.

Kemudian, anggota dimaksud berlari meminta bantuan pada pos Kopassus dan bersama-sama rekan lainnya mendatangi korban

Korban yang tidak mau diamankan kemudian melakukan perlawanan sehingga aparat terpaksa mengeluarkan tembakan.

Menurut Kamal, informasi yang berkembang di masyarakat bahwa masyarakat menuduh pelaku penembakan adalah dari pihak kepolisian dan massa sempat melakukan penyerangan terhadap petugas.

Baca juga: Nasdem dan Demokrat Rebutan Suara, Kantor Distrik Nunggawi Tolikara Papua Dibakar Massa

Namun massa dapat ditenangkan setelah diberikan penjelasan oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat serta Wakapolres Tolikara bahwa pelaku penembakan bukan anggota Polres Tolikara atau BKO Brimob.

"Sementara untuk situasi Kamtibmas saat ini masih dalam keadaan kondusif. Polres Jayawijaya terus melakukan patroli rutin yang sekaligus melakukan imbauan kepada warga guna menjaga hal hal yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas di Kabupaten Tolikara," tutur Kamal.

Menurut dia, massa membakar sebuah rumah karena diduga tempat itu menjadi lokasi pembuatan minuman beralkohol lokal yang diminum korban.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X