Prabowo Saat Resmikan Patung Jenderal Sudirman: Mari Jaga Warisan dengan Tidak Mencuri APBN

Kompas.com - 11/11/2019, 06:49 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan diacara peresmian Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman di Turusan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan diacara peresmian Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman di Turusan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman di Turusan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu (19/11/2019).

Berdirinya Patung Jenderal Sudirman ini diprakarsai oleh Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono.

Patung Sudirman yang diletakkan di Turusan dibuat oleh seorang seniman bernama Purjito.

Sekitar pukul 19.00 WIB, Prabowo tiba di lokasi. Hadir dalam peresmian itu Hendropriyono, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono, Buya Syafii Maarif, para purnawirawan, dan para legiun veteran.

Prabowo menuturkan, mendapat tugas untuk hadir di peresmian Patung Sudirman mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam sambutanya, Prabowo mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati para pahlawannya.

"Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati pahlawan kita, jangan kita bermimpi bangsa lain akan hormat kepada pahlawan kita. Kita merdeka karena pengorbanan para pahlawan," ujar Prabowo, Minggu (10/11/2019).

Baca juga: Prabowo: Wakil Panglima Hak Prerogatif Presiden

Sudirman telah memberikan teladan yang patut untuk dicontoh oleh generasi penerus saat ini.

Negara Indonesia, lanjut dia, dari sejak lahir selalu berusaha dihancurkan oleh bangsa lain.

Sehingga, jangan sampai ada anggapan bahwa bangsa Indonesia tidak akan diganggu oleh bangsa lain.

Hal ini harus disadari oleh para elit bangsa. Indonesia harus kuat agar tidak ada bangsa lain yang berani menganggu.

"Kehormatan yang diberikan kepada saya oleh Presiden Republik Indonesia untuk menjadi menteri pertahanan saya anggap sangat serius. Karena saya bertekad untuk membangun kekuatan pertahanan Indonesia sehingga tidak diganggu oleh siapapun," ucap dia.

Prabowo mengungkapkan, Hari Pahlawan dan peresmian Patung Jenderal Sudirman merupakan momentum mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan.

Selain itu, juga menjadi pengingat bagi semua elemen bangsa untuk bersatu dan bersama-sama menjaga kemerdekaan Indonesia.

"Marilah kita teruskan perjuangan-perjuangan pendahulu kita dengan menjaga warisan yang diberikan dengan tidak menyeleweng, dengan tidak melakukan korupsi, dengan tidak mencuri APBN dan APBD," ujar Prabowo.

Sementara itu, Hendropriyono menyampaikan sengaja memilih tanggal 10 November untuk peresmian Patung Sudirman karena bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Di dalam sambutanya, mantan Kepala BIN ini menjelaskan latar belakang dirinya membeli tanah di Turusan dan membangun Patung Jenderal Sudirman.

"Patung ini kenapa ada di sini? Kenapa tempat ini dipilih? Ini adalah analisa saya sebagai orang yang lama di intelijen," ujar Hendropriyono.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda menyerang Pangkalan Udara Maguwo. Jenderal Sudirman yang saat itu sedang sakit bangkit berdiri dan langsung menuju ke istana Gedung Agung untuk menemui presiden.

"Jenderal Sudirman bergerak ke arah menyongsong musuh yang datang dari arah timur. Kemudian Jenderal Sudirman menuju ke daerah gerilya, yaitu ke Kediri menerobos arah datangnya musuh," ungkap dia.

Yogyakarta bisa direbut kembali karena ada serangan balasan. Tidak bisa dipungkiri serangan balasan tersebut dipimpin oleh intelijen.

Melihat pergerakan Jenderal Sudirman ke timur yakni ke Kediri, maka lokasi Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman adalah arah sebaliknya.

Melihat taktik militer stay behind agent, maka lokasi ini adalah tempat yang paling ideal bagi intelijen untuk bermukim dan mengintip Yogyakarta.

Baca juga: Cerita Edhy Prabowo, Tak Dukung Jokowi di Pilpres tapi Dapat Jatah Menteri KKP

"Dari sinilah apa yang dilakukan oleh Belanda selama menduduki Yogya bisa terpantau dengan baik. Karena itu saya bicara sama istri tempat ini bagaimana kalau kita beli," ujar dia.

"Kita buat Patung Panglima Besar Jenderal Sudirman tidak dalam keadaan sakit, pakai mantel dan blangkon, tetapi ketika dia bangkit dari sakitnya dengan semangat yang mengelora dia menunjuk ke atas, menunjuk pesawat- pesawat pembom Belanda," ujar Hendro.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Dari Arisan RT, 20 Warga Kulon Progo Terpapar Corona, Virus Menyebar hingga ke Pasar Tradisional

Regional
Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Fakta Brigadir Kiki Pukul Petugas Bandara, Korban Pendarahan di Hidung, Berujung ke Jalur Hukum

Regional
Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Anggota DPRD Tegal Gelar Pentas Dangdutan Timbulkan Kerumunan, Ganjar: Tahan Diri

Regional
Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Bakal Paslon Tak Lolos karena Status Mantan Koruptor, Ratusan Pendukung Demo KPU Dompu

Regional
Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Kisah Pilu Kakek Mauria, Tak Bisa Melihat karena Matanya Digigit Serangga, Butuh Biaya Berobat

Regional
Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Detik-detik Tahanan Narkoba Tewas Ditembak, Hampir Tabrak Petugas BNNP

Regional
Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Hujan Es di Bogor, Berlangsung 15 Menit, Butirannya Sebesar Kelereng

Regional
Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Timotius-Lagani Tantang Paslon Petahana di Pilkada Kepulauan Aru

Regional
KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

KPU Tetapkan 4 Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar

Regional
Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Pandemi Belum Usai, Ada Konser Dangdut yang Timbulkan Kerumunan di Kota Tegal

Regional
Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Pilkada Asmat, Calon Petahana yang Didukung 9 Parpol Ditantang Paslon Independen

Regional
Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Resmi, Calon Petahana dan Istri Mantan Bupati Bertarung di Pilkada Mojokerto

Regional
Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Kota Sukabumi Diterjang Hujan Angin, 60 Rumah Rusak, Mobil Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

KPU Resmikan 3 Pasangan Calon Bertarung di Pilkada Bima

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X