Dua Pekerja Tewas Saat Menguras Sumur, Begini Kronologinya

Kompas.com - 10/11/2019, 19:16 WIB
Proses Evakuasi Kecelakaan Sumur di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul Minggu (10/11/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOProses Evakuasi Kecelakaan Sumur di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul Minggu (10/11/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang pekerja meninggal dunia saat memperbaiki sumur milik Basuki Yono, warga Dusun Plalar, Umbulrejo, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Minggu (10/11/2019) siang.

Para korban diduga menghirup gas di dalam sumur.

Adapun, kedua pekerja itu adalah Suhar dan Karsiyo.

Dalam kejadian tersebut, seorang pekerja lainnya yakni Satiyar berhasil diselamatkan.


Baca juga: Bocah 6 Tahun Tewas Saat Rumah Terbakar di Minahasa, Begini Kronologinya

Kepala Dusun Plalar Febri Setiyawan menyampaikan, saat terjadi kecelakaan, Satiyar berhasil diselamatkan dan dibawa ke puskesmas. 

Peristiwa nahas ini menjadi pelajaran bersama, sehingga kejadian yang sama tidak terulang.

“Harus berhati-hati, sehingga tidak jatuh korban lagi. Untuk dua korban, sudah diangkat dan kondisinya meninggal dunia,” kata Febri.

Pemilik sumur, Basuki Yono menjelaskan, ketiga pekerja melakukan pekerjaan menguras sumur.

Proses pekerjaan lancar dan mereka pun memperbaiki pompa.

Ketiga pekerja ini sempat beristirahat sekitar pukul 11.00 WIB.

"Hanya, karena melihat air sumurnya kotor, kemudian berinisiatif untuk mengurasnya," kata Basuki.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Kronologi 10 Gerbong Semen Terguling di Blora, Angkut 1.1360 Ton Semen hingga Tak Ada Korban Jiwa

Regional
Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Antisipasi Kecelakaan, Bus di Terminal Surodakan Jalani Uji Kelaikan

Regional
Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Hujan Angin Landa Sukabumi, Puluhan Rumah dan Pohon Bertumbangan

Regional
Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Dua Pria di Gresik Mengaku Polisi dan Memeras Warga

Regional
Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Gibran: Hari Ini Akan Saya Catat sebagai Utang Pertama kepada Bapak Ibu

Regional
Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Kapal yang Angkut 42.000 Zak Semen Tenggelam di Lembata NTT

Regional
Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Penjualan Pernak-pernik Natal Mulai Ramai di Denpasar

Regional
Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Armada Pariwisata yang Gunakan Izin Trayek Palsu Diburu Petugas

Regional
Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Jokowi Minta Riset Berikan Solusi Masalah Bangsa dan Cegah Duplikasi

Regional
Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Pada 2020, BPOM Akan Diperkuat Fungsinya, Mirip BPOM Amerika Serikat

Regional
Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Sempat Bersitegang, Satpol PP Akhirnya Robohkan Rumah di Tamansari Bandung

Regional
Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Regional
3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

3 Ton Solar Subsidi Ditimbun di Bengkel Mobil di Batam, Satu Penjaga Diamankan

Regional
Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Anggota DPR Ini Ingin BPOM Didesain Mirip Lembaga Serupa di AS

Regional
Dengan Program 'Bangga Papua', Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Dengan Program "Bangga Papua", Warga Pedalaman Punya NIK, Bisa Beternak, dan Perbaiki Gizi Anak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X