Siswa Sering Kecelakaan, Ini 6 Tuntutan Sekolah yang Berada di Jalur Tambang Parung Panjang

Kompas.com - 10/11/2019, 13:14 WIB
Seoarang warga melintas di samping mobil truk yang berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeoarang warga melintas di samping mobil truk yang berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Rabu (6/11/2019) ratusan siswa dan dewan guru SMAN 1 Parungpajang Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Parung Panjang.

Aksi tersebut dipicu oleh kecelakaan yang dialami dua siswa sekolah tersebut, yakni Luthfi Nurhalipah dan Bahtiar di jalur tambang Parung Panjang.

Selamat bertahun-tahun, jalur tersebut dilewati truk tronton tambang dan sudah menjadi ancaman serius bagi masyarakat sekitar.

Kaki kanan Luthfi terpaksa diamputasi setelah jatuh dari motor dan terlindas truk tronton. Saat ini Lutffi dirawat di RSUD Tangerang.

Lutfi bukan korban pertama. Kecelakaan yang melibatkan truk tronton di jalur tambang Parung Panjang juga beberapa kali memakan korban nyawa siswa.

Baca juga: Dilewati Ribuan Truk Bertahun-tahun, Jalur Tambang Parung Panjang Jadi Ancaman Serius bagi Warga

Humas SMAN 1 Parungpanjang, Bogor, Dwi Bowo (39) mengatakan kecelakaan di jalur tambang itu bukan pertama kali terjadi. Selain itu, jalur tersebut memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

"Ini kan jalur yang biasa kita lalui tapi justru truk tambang yang banyak melintas, mau enggak mau harus waspada tiap hari dan ini sudah carut marutlah, jadi butuh kepedulian pemkab dan syukur-syukur pusat juga dengar," ungkapnya.

Dari data yang diperoleh, Bowo menyebut ada sekitar 2.000 truk keluar masuk Parung Panjang.

Baca juga: Jalan Parung Panjang Macet Imbas Truk yang Tunggu Pembatasan Jam Operasional

Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

Dengan bertambahnya jumlah armada truk, aktivitas belajar mengajar terganggu bisingnya kendaraan yang lewat dan polusi udara.

Selain itu, jalan yang harus dilewati warga sekolah juga rusak dan berlubang cukup parah.

"Jalan diperbaiki nanti kira-kira baru setahun bisa berubah (rusak) lagi, itu karena jumlah truk dan muatan yang berlebihan yang membuat jalan semakin cepet rusak," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X