Bandara APT Pranoto Samarinda Ditutup 26 Hari, Pasokan Makanan di Pedalaman Terganggu

Kompas.com - 10/11/2019, 06:06 WIB
Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (8/11/2019). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONBandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (8/11/2019).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Penutupan sementara penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, berimbas ke pasokan makanan di sejumlah daerah pedalaman di Kalimantan Timur.

Pasalnya, selama ini pasokan kebutuhan bahan pokok ke beberapa daerah seperti Long Apung dan Datah Dawai di Kabupaten Mahakam Ulu, Kecamatan Melak di Kabupaten Kutai Barat dan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, didapat dari Samarinda melalui jalur udara. Khususnya, menggunakan penerbangan perintis bersubsidi, Susi Air.

"Iya masyarakat di sana pasti kesulitan bahan makanan. Karena rata-rata dipasok dari Samarinda," ungkap Distrik Manager Susi Air, Astrid Siska Pratiwi kepada Kompas.com di Samarinda, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Penerbangan di Bandara APT Samarinda Ditutup 26 Hari, Maskapai Merugi

Astrid mengatakan, masyarakat di sana sering membeli bahan kebutuhan pokok seperti ikan, ayam dan kebutuhan pokok lainnya dari Samarinda, dan selalu menggunakan jalur udara karena lokasinya berada di pedalaman. Sulit diakses menggunakan jalur darat.

"Bisa pakai jalur darat. Tapi memakan waktu berhari-hari," kata Astrid.

Jika menggunakan jalur darat, jarak tempuh Samarinda menuju Mahakam Ulu sekitar 8 jam. Itu pun harus melewati sungai menggunakan kapal. Sedangkan menuju Muara Wahau sekitar 10 jam.

Karena itu jalur udara dinilai paling efektif.

Dalam kondisi normal, setiap harinya Susi Air melayani enam kali penerbangan dari APT Pranoto Samarinda menuju Long Apung, Melak, Data Dawai dan Muara Wahau.

Karena itu, Astrid mengatakan akan berkoordinasi dengan manajemen agar mencari alternatif lain agar penerbangan Susi Air tak terhambat.

"Entah nanti dipindahkan ke Balikpapan atau Malinau, saya akan koordinasi dulu," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X