DPR Desak Menteri Nadiem Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Pedalaman

Kompas.com - 09/11/2019, 17:41 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di sekolah Dok. Ditjen GTK KemdikbudIlustrasi guru dan siswa di sekolah

KUPANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, memerhatikan kesejahteraan guru yang mengajar di daerah tertinggal.

"Kalau bisa, gaji guru di daerah terpencil, tertinggal dan terluar serta terdepan, harusnya lebih besar dari yang mengajar di kota," tegas Syaiful saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/11/2019).

Menurut dia, dengan dinaikan gaji guru di daerah terpencil, tentu akan meningkatkan ekonomi mereka. Karena itu, Menteri Nadiem harus bergerak cepat, khusus soal isu kesejahteraan guru.

"Saya sarankan kepada Mas Nadiem, untuk bikin Tasfos khusus guna menangani persoalan kesejahteraan guru khususnya di daerah terpencil,"kata Syaiful.

Syaiful mengatakan, tidak gampang mendorong para guru, untuk mengajar di daerah tertinggal maupun terpencil.

Sehingga, kata Syaiful, hanya guru-guru pilihan dan memiliki panggilan hati untuk mendidik anak-anak supaya menjadi cerdas, yang mampu mengabdi di daerah pedalaman, dengan gaji yang minus.

Baca juga: Kisah Guru Honorer, Jaminan Kesehatan dan Mimpi Menjadi PNS...

Syaiful pun berharap, pemerintah segera menyelesaikan persoalan kesejahteraan para guru ini, sehingga ke depan tidak ada lagi guru yang mengeluh soal gaji.

"Ini keprihatinan kita yang kesekian kali soal kesejahteraan guru. Ini harus segera diselesaikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, meski sudah 7 tahun mengabdi, para guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepiketik, Desa Persiapan Mahe Kalen, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, diberi gaji Rp 75.000 per bulan. Uang itu diberikan 1 kali dalam 3 hingga 6 bulan.

Maria Marseli (27), salah seorang guru honorer di SDN Kepiketik mengaku sudah 7 tahun mengabdi di sekolah itu.

"Saya sudah 7 tahun mengajar di sini. Honor saya di sini Rp 75.000 per bulan," ucap Maria.

Baca juga: IGI: Gaji Guru Honorer Rp 100 Ribu per Bulan Menghina Profesi Guru

Maria menceritakan, dirinya mulai mengajar di sekolah itu sejak tahun 2013 silam. Kala itu, ia diberi honor Rp 50.000 per bulan. Besaran honor setiap guru itu diberikan tergantung masa kerja.

Ia melanjutkan, ada tahun 2013, SDN Kepiketik masih status kelas jauh dari SDN Pigang Bekor. Kemudian, pada tahun 2014, status sekolah itu menjadi definitif jadi SDN Kepipetik.

Sejak tahun 2014 hingga sekarang, ia tetap diberi honor Rp 75.000 per bulan.

 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Bus Rombongan Peziarah Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Kronologi Bus Rombongan Peziarah Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Dugaan Penipuan Umrah di Banyumas, 9 Bulan Mendaftar hingga Pemilik Biro Perjalanan Kabur

4 Fakta Dugaan Penipuan Umrah di Banyumas, 9 Bulan Mendaftar hingga Pemilik Biro Perjalanan Kabur

Regional
Belasan Ular Kobra Teror Warga di Tasikmalaya

Belasan Ular Kobra Teror Warga di Tasikmalaya

Regional
Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Baru 1 yang Melapor

Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Baru 1 yang Melapor

Regional
Perawat di Aceh Timur Mengaku Ditendang Wakil Bupati Saat Pasang Oksigen

Perawat di Aceh Timur Mengaku Ditendang Wakil Bupati Saat Pasang Oksigen

Regional
Viral Kucing Disiksa dengan Digantung di Bali, Pengunggah Foto Dipolisikan

Viral Kucing Disiksa dengan Digantung di Bali, Pengunggah Foto Dipolisikan

Regional
Lagi Sortir Sampah, Pekerja Gudang Rongsok Temukan Granat Aktif

Lagi Sortir Sampah, Pekerja Gudang Rongsok Temukan Granat Aktif

Regional
Polres Mimika Libatkan Paguyuban untuk Pengamanan Gereja Saat Natal

Polres Mimika Libatkan Paguyuban untuk Pengamanan Gereja Saat Natal

Regional
Krisis Air Bersih, Warga Borong Terpaksa Mandi dan Cuci Baju di Kali Wae Bobo

Krisis Air Bersih, Warga Borong Terpaksa Mandi dan Cuci Baju di Kali Wae Bobo

Regional
Mobil Ertiga yang Ditumpangi Satu Keluarga Terseret Kereta Api Ratusan Meter di Mojokerto

Mobil Ertiga yang Ditumpangi Satu Keluarga Terseret Kereta Api Ratusan Meter di Mojokerto

Regional
Wali Kota Bandung Jenguk 8 Satpol PP yang Terluka Saat Penggusuran Tamansari

Wali Kota Bandung Jenguk 8 Satpol PP yang Terluka Saat Penggusuran Tamansari

Regional
30 Kolam Jaring Apung Hancur Diterjang Air Bah, Belasan Ton Ikan Lepas

30 Kolam Jaring Apung Hancur Diterjang Air Bah, Belasan Ton Ikan Lepas

Regional
Kronologi Mercedes Benz Tabrak Truk Brimob, 1 Tewas, 2 Luka-luka

Kronologi Mercedes Benz Tabrak Truk Brimob, 1 Tewas, 2 Luka-luka

Regional
Dapat Bantuan Jokowi, Nenek yang Jual Sendok untuk Beli Beras Kini Bisa Cicil Utang

Dapat Bantuan Jokowi, Nenek yang Jual Sendok untuk Beli Beras Kini Bisa Cicil Utang

Regional
Ruang Kelas Ambruk, Siswa SD di Jombang Terpaksa Belajar di Musala

Ruang Kelas Ambruk, Siswa SD di Jombang Terpaksa Belajar di Musala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X