Soal Desa Fiktif, Ganjar Pranowo: Sudahlah, Itu Kasus Lama

Kompas.com - 09/11/2019, 14:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG.KOMPAS.com - Fenomena kemunculan desa fiktif atau desa siluman yang baru-baru ini santer diberitakan, membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara.

Pasalnya, telah diketahui adanya temuan desa baru tak berpenduduk yang dibentuk agar bisa mendapat kucuran dana desa secara rutin tiap tahun.

Terkait temuan empat desa siluman yang ada di Sulawesi Utara (Sultra) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ganjar meminta agar segera ditindaklanjuti.

Dia mengatakan, jika selama ini ada transfer dana desa ke desa siluman itu dan terpakai, maka menurutnya pasti ada yang menyalahgunakan dana tersebut.

"Itu tidak terlalu sulit, apalagi cuma empat. Dipanggil saja Bupatinya, maka selesai," kata Ganjar saat dikonfirmasi, Jumat (8/11/2019).

Baca juga: Wapres Minta Temuan Desa Fiktif Terus Diusut

Menurut Ganjar, fenomena desa siluman merupakan kasus yang sudah lama. Dia menambahkan, saat ini tugas pemerintah baik di tingkat pusat sampai ke daerah adalah memastikan kebenaran data tentang jumlah dana desa.

"Sekarang semuanya harus evaluasi. Pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota harus memastikan kebenaran data tentang jumlah desa termasuk pemekarannya," ujar Ganjar.

Soal siluman atau tidak, lanjut Ganjar, itu adalah soal data. Ia mengusulkan agar Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri dibantu gubernur, bupati/wali kota hingga camat untuk memperbarui data desa.

"Harus dilakukan sekarang, agar lima tahun pemerintahan pak Jokowi ke depan, pemanfaatan dana desa ini bisa clear dan sesuai target. Dana desa bisa bermanfaat untuk penurunan kemiskinan, kemakmuran masyarakat, menjaga lingkungan, isu anak dan perempuan serta target-target lainnya," tegasnya.

Baca juga: Wonorejo, Desa Fiktif Penerima Dana Desa yang Ditinggal Penghuninya demi Rupiah

Sementara itu, terkait dana desa di Jawa Tengah, menjadi perhatian Ganjar untuk mengelola dana desa dengan baik. Penyaluran dana secara langsung dari pusat ke desa selama ini berjalan lancar.

"Yang menjadi perhatian kami adalah membantu desa mengelola dana desa dengan baik. Dan sampai saat ini, semua berjalan dengan baik, dari segi pengelolaannya, peruntukannya serta manajamen lain," ucapnya.

Bahkan, kata dia, dari dana desa yang diberikan saat ini sudah dirasakan manfaatnya. Banyak desa di Jawa Tengah yang menjadi lebih maju dengan berbagai inovasi yang dilakukan.

"Sekarang di desa-desa itu muncul berbagai inovasi, baik bidang teknologi, pertanian dan lainnya. Yang menyenangkan, desa wisata tumbuh pesat di Jateng yang membuat banyak wisatawan datang," kata Ganjar.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Viral, Surat Terbuka Istri ABK Kapal China kepada Jokowi: Dia Tak Sanggup Lagi Bekerja

Regional
Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Perempuan ODGJ Diperkosa Bergantian di Hadapan Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

Regional
Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Penyelundupan Sabu Dalam Bungkus Permen Wafer Cokelat Digagalkan

Regional
Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Tak Terima Lahannya Dibangun, Warga di Sragen Tutup Jalan dengan Tembok

Regional
Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Kasus Kepemilikan Sabu di Jambi, 2 Pemuda Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Pria Asal Bandung Mengaku HRD, Minta Syarat Kerja Foto Bugil, Korbannya Ada yang Disetubuhi

Regional
Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Wanita Ini Terpaksa Melahirkan di Kamar Mandi karena Bidan Takut Tertular Covid-19

Regional
Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual 'Dosen' Swinger

UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual "Dosen" Swinger

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X