Menjaga Asa Pelestarian Tradisi Lisan

Kompas.com - 08/11/2019, 19:53 WIB
Maestro tradisi Massureq dari Sulawesi Selatan, Indo Masse dan putrinya Indo Werro. Massureq adalah membaca naskah Lontara dengan cara dilantunkan tanpa musik. Adapun pembacanya disebut passureq.   SUSI IVVATY UNTUK KOMPAS.COMMaestro tradisi Massureq dari Sulawesi Selatan, Indo Masse dan putrinya Indo Werro. Massureq adalah membaca naskah Lontara dengan cara dilantunkan tanpa musik. Adapun pembacanya disebut passureq.

Konsekuensinya, akan menghilangkan sifat kelisanan itu karena orang akan belajar tradisi dari dokumentasi (membaca buku, melihat rekaman). Kita semua harus berupaya lebih hebat lagi untuk tetap mulusnya proses pewarisan tradisi lisan.

Untuk itu, keberpihakan kepada tradisi harus pekat, di antaranya melalui alokasi anggaran yang memadai.

Para maestro tradisi lisan semestinya diperlakukan seperti pahlawan, dijamin hidupnya, setidaknya sampai ia mampu menuntaskan proses pewarisan.

Upaya lain adalah menghidupi dan menghidupkan tradisi lisan di lingkungannya sendiri, termasuk para pelakunya.

Dari Politik Kekuasaan ke Politik Identitas

Pakar kebudayaan Jawa, John Pamberton pernah mengatakan bahwa apa yang masih tersisa (dalam kebudayaan) adalah suatu kebudayaan murni tradisional yang bebas dari implikasi politik dan historis, kebudayaan yang didedikasikan untuk merayakan dirinya sendiri, seolah-olah memang demikian hakikatnya.

Akan tetapi, di mana saja bisa kita temukan saat ini dan seberapa banyak?

Nyatanya, sejak dulu praktik kebudayaan dan cara hidup komunitas dibentuk dalam negosiasi dengan kekuasaan negara dan politik lokal, dan bahwa praktik-praktik kebudayaan bisa memperkuat hirarki politik, dan kesempatan lain bisa menumbangkan kekuasaan politik, seperti ditulis Todd Jones dalam Kebudayaan dan Kekuasaan di Indonesia (2015).

Apa yang dikatakan Jones itu terutama terlihat semasa rezim Orde Baru.

Dalam rezim Orba, agenda negara dianggap paling penting dan masyarakat sipil dianggap penting karena mereka merupakan sarana untuk mencapai agenda itu (Jones, Ted. 2015: 149).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X