Susi Ivvaty
Penulis Kolom

Founder alif.id. Magister Kajian Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Pernah menjadi wartawan Harian Bernas dan Harian Kompas. Menyukai isu-isu mengenai tradisi, seni, gaya hidup, dan olahraga.

Menjaga Asa Pelestarian Tradisi Lisan

Kompas.com - 08/11/2019, 19:53 WIB
Maestro tradisi Massureq dari Sulawesi Selatan, Indo Masse dan putrinya Indo Werro. Massureq adalah membaca naskah Lontara dengan cara dilantunkan tanpa musik. Adapun pembacanya disebut passureq.   SUSI IVVATY UNTUK KOMPAS.COMMaestro tradisi Massureq dari Sulawesi Selatan, Indo Masse dan putrinya Indo Werro. Massureq adalah membaca naskah Lontara dengan cara dilantunkan tanpa musik. Adapun pembacanya disebut passureq.

Ketika negara berupaya memajukan kebudayaan, gempuran datang dari “kelompok” yang mengusung pemurnian ajaran agama. Tradisi dianggap bid’ah. 

Celakanya, radikalisasi tidak pernah berdiri sendiri. Radikalisasi menjadi gerakan politis yang membawa-bawa agama demi menggayuh kekuasaan. Politik identitas dimainkan. 

Meski demikian, tradisi lisan di sejumlah tempat sebetulnya tidak benar-benar mati. Pembina Asosiasi Tradisi Lisan, Mukhlis PaEni menceritakan beberapa tradisi lisan yang pernah hidup, lalu mati suri sekian lama, bisa kembali lagi, meski dalam bentuk yang berbeda.

Perubahan tradisi-tradisi itu terkait dengan perubahan tatanan yang besar dalam masyarakat.
Ia mencontohkan Bissu di Wajo dan Luwu Sulawesi Selatan yang mati, lantas kini muncul lagi dalam kemasan yang berbeda.

Beberapa Bissu yang ditemui Mukhlis kini telah mengenakan jilbab dan berganti nama menjadi Hajjah Jannah, Haji Vera, dan Haji Hasnah. Mukhlis melihat bahwa tradisi itu selalu menyesuaikan dengan irama zaman, namun tidak lantas berubah konten dan filosofinya.

Sejatinya tiap-tiap daerah memilki pengalaman yang berbeda dalam menyikapi perubahan tatanan masyarakat dan tekanan lain. Di Nusa Tenggara Barat, misalnya, tradisi lisan Rodat makin hilang karena para senimannya makin enggan mementaskan.

Di Aceh, seperti dikatakan oleh Ketua ATL Aceh Rusjdi Ali, terjadi kompromi antara ulama dan pelaku tradisi lisan. Penyelenggaraan wayang boleh, tapi tidak lagi semalam suntuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tarian panggung boleh, tapi lelaki semua atau perempuan, tidak dicampur laki-laki dan perempuan dalam satu tarian.

Sementara itu di beberapa daerah di Jawa, pertunjukan wayang justru mulai ditentang, seperti terjadi di Solo pada tahun 2011 ketika satu ormas meminta pertunjukan dihentikan.

Dua tahun lalu muncul spanduk pelarangan wayang di Jakarta, karena dinilai tidak sesuai dengan syariat Islam. Kendati akhirnya berakhir kompromistis, kejadian-kejadian itu dikhawatirkan makin membuat masyarakat antipati dengan tradisi.

Ditambah lagi, banyak tradisi lisan sekarat karena maestronya tidak mau melakukannya lagi.
Sampai di sini, mencermati persoalan di atas, kompromi-kompromi perlu dilakukan.

Pertama, adalah kompromi anggaran, yakni anggaran dari pemerintah yang mampu menghidupkan tradisi lisan serta para maestronya.

Kedua. adalah kompromi nilai, yakni antara pelaku tradisi lisan dan kalangan pemuka agama, dengan tidak mematikan tradisi itu.

Ketiga, adalah kompromi komitmen, yakni para maestro/pelaku tradisi lisan dengan para pewarisnya serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga tradisi jangan sampai punah.

Di sisi lain, masih hidupnya tradisi-tradisi di Nusantara tidak lepas dari peran Asosiasi Tradisi Lisan sebagai lembaga nonpemerintah yang mampu berpartner dengan pemerintah dalam menjalankan program.

ATL sejak 1993 telah menggelar seminar internasional dan festival tradisi lisan selama sebelas kali, turut merawat para pelestari tradisi lisan, memberi beasiswa S2 dengan bekerjasama dengan lembaga donor, dan berbagai kegiatan lain.

Ke depan, festival tradisi lisan seharusnya bisa dilakukan di tempat asal tradisi itu dilakukan agar ruhnya tidak tercerabut. Bukan para pelaku tradisi yang dibawa ke panggung, tapi kita yang datang kepada mereka. (Susi Ivvaty) 

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.