Menjaga Asa Pelestarian Tradisi Lisan

Kompas.com - 08/11/2019, 19:53 WIB
Maestro tradisi Massureq dari Sulawesi Selatan, Indo Masse dan putrinya Indo Werro. Massureq adalah membaca naskah Lontara dengan cara dilantunkan tanpa musik. Adapun pembacanya disebut passureq.   SUSI IVVATY UNTUK KOMPAS.COMMaestro tradisi Massureq dari Sulawesi Selatan, Indo Masse dan putrinya Indo Werro. Massureq adalah membaca naskah Lontara dengan cara dilantunkan tanpa musik. Adapun pembacanya disebut passureq.

Adapun pemanfaatan nilai tradisi dilakukan dengan penyebarluasan informasi; pergelaran dan pameran; dan pengemasan bahan kajian.

Perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan tradisi tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat, yang diwujudkan dalam alokasi anggaran APBD/APBN.

Menyitir pernyataan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadjamuddin Ramly, perhatian dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap tradisi dan objek-objek pemajuan kebudayaan bisa dillihat dari seberapa besar anggarannya.

Permen 10/2014 tersebut sebetulnya sudah menjawab pertanyaan Rappoport. Ya, jawaban itu betul.

Namun, kami semua membutuhkan lebih dari sekadar jawaban pertanyaan, yang kami butuhkan pelaksanaan dari jawaban itu.

Baca juga: Untuk Mempertahankan Tradisi Lisan Harus Disokong Anggaran Memadai

Apakah “kisi-kisi” pelestarian itu telah benar-benar dilakukan? Apakah yang tersurat sudah diperbuat?

Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata, kata WS Rendra. Mungkin kita semua memang belum sepenuhnya berjuang.

Hal itu bisa dilihat dari makin menyusutnya jumlah tradisi lisan kita atau makin berkurangnya maestro yang bergiat.

Bagaimana jika maestro tradisi lisan sudah meninggal dunia dan ia tidak memiliki pewaris, atau pewarisnya kurang andal? Di mana bisa dicari penggantinya?

Jika semua hal yang dibutuhan untuk pelestarian tradisi lisan tidak mampu lagi terpenuhi, mau tidak mau—tradisi lisan harus didokumentasikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X