Geliat Pedagang di Kawasan Situs Petirtaan Kuno Sumberbeji Usai Diekskavasi

Kompas.com - 08/11/2019, 12:13 WIB
Deretan pedagang kaki lima (PKL) memadati kawasan situs petirtaan kuno di Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak 1 bulan lalu. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍDeretan pedagang kaki lima (PKL) memadati kawasan situs petirtaan kuno di Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak 1 bulan lalu.

"Kalau hari minggu sama hari libur, bisa sampai Rp 500.000. Hari-hari biasa rata-rata Rp 250.000," ungkap Rosidin.

Azizun, penjual bakso urat mengatakan, penemuan petirtaan kuno di Sumberbeji merupakan berkah bagi warga setempat dan sekitarnya.

Dia berharap, situs petirtaan di Sumberbeji yang sudah diekskavasi hingga tahap 2, nantinya bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah.

"Harapan kami ya terus digali, dibangun yang baik, supaya makin banyak yang datang," kata perempuan yang mendapatkan keuntungan kotor rata-rata Rp 400.000 per hari ini.

Baca juga: Struktur Mirip Fondasi di Situs Peninggalan Majapahit di Jombang Diduga Petirtaan

Destinasi Wisata Sejarah

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Fitra Arda mengatakan, akan terus mengeksplorasi situs purbakala berupa petirtaan di Sumberbeji.

Tahap selanjutnya, jelas dia, pihaknya akan melakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan kontruksi bangunan utuh serta kontruksi sejarah dibalik situs petirtaan kuno Sumberbeji.

Selain penelitian terkait situs cagar budaya tersebut, lanjut Fitra, pihaknya juga menyiapkan rencana pemanfaatan kawasan situs. Dalam rencana ini, pihaknya melibatkan Pemkab Jombang dan Pemerintah Desa Kesamben.

"Kita akan melakukan penelitian lanjutan sehingga kita bisa merekontruksi bangunan secara utuh. Lalu kemudian di hilir, kawasan ini bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bisa melalui ekonomi kreatifnya, bisa melalui pariwisatanya, bahkan untuk identitas atau karakter bangsa," katanya.

Baca juga: Kolam Kuno Peninggalan Majapahit, Bukti Tingginya Peradaban Indonesia

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, saat mendampingi rombongan dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, serta dari BPCB Jatim mengungkapkan, Pemkab Jombang telah mengalokasikan dana pendampingan untuk eksplorasi dan rencana pemanfaatan kawasan situs. 

"Kami sudah merencanakan untuk dana pendampingan untuk tahun 2020. Untuk (penggunaan) dana ini harus kita sinergikan dengan Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Pusat," katanya, Kamis.

Dia menjelaskan, situs purbakala di Sumberbeji layak untuk dilestarikan karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Selain itu, keberadaan situs tersebut juga memiliki potensi untuk pengembangan kawasan wisata religi.

"Peninggalan disini sangat luar biasa. Jadi nantinya akan sangat bermanfaat, baik untuk sejarah, maupun wisata. Bermanfaat untuk masyarat disini, masyarakat Jombang maupun masyarakat lainnya, terutama bermanfaat untuk Indonesia," ujar Mundjidah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konsumsi BBM Turun Selama Wabah Corona, Pertamina Beri Layanan Antar Langsung ke Warga

Konsumsi BBM Turun Selama Wabah Corona, Pertamina Beri Layanan Antar Langsung ke Warga

Regional
Penderita DBD di Sumsel Mencapai 1.562 Orang

Penderita DBD di Sumsel Mencapai 1.562 Orang

Regional
Cerita Warga Mengikuti Jejak Binatang Buas yang Memangsa Ternaknya hingga Masuk Hutan

Cerita Warga Mengikuti Jejak Binatang Buas yang Memangsa Ternaknya hingga Masuk Hutan

Regional
Diduga Kehabisan Bekal, Turis Korea Selatan Mengamuk di Denpasar

Diduga Kehabisan Bekal, Turis Korea Selatan Mengamuk di Denpasar

Regional
Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Remaja 13 Tahun yang Jenazahnya Dikubur Setengah Badan

Polisi Tangkap 2 Terduga Pembunuh Remaja 13 Tahun yang Jenazahnya Dikubur Setengah Badan

Regional
Kasus Pertama di Pekalongan, 3 Warga Positif Covid-19 Usai dari Bali dan Jakarta

Kasus Pertama di Pekalongan, 3 Warga Positif Covid-19 Usai dari Bali dan Jakarta

Regional
Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Regional
Bulog Kalbar Distribusikan 1.393 Ton Beras untuk 463.000 Keluarga Miskin Terdampak Corona

Bulog Kalbar Distribusikan 1.393 Ton Beras untuk 463.000 Keluarga Miskin Terdampak Corona

Regional
Nekat Mandi di Laut Saat Hujan, Pelajar Tewas Disambar Petir di Sibolga

Nekat Mandi di Laut Saat Hujan, Pelajar Tewas Disambar Petir di Sibolga

Regional
Warga Simalungun Geger Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan

Warga Simalungun Geger Temukan Jenazah Remaja 13 Tahun Terkubur Setengah Badan

Regional
Cegah Corona, PSK di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Bakal Dipulangkan

Cegah Corona, PSK di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Bakal Dipulangkan

Regional
Kasus Nenek Pukul Kepala Desa, Korban Laporkan 2 Orang ke Polisi

Kasus Nenek Pukul Kepala Desa, Korban Laporkan 2 Orang ke Polisi

Regional
Keluarga Tolak Upaya Evakuasi Pasien Diduga Positif Corona

Keluarga Tolak Upaya Evakuasi Pasien Diduga Positif Corona

Regional
Satu Pasien Positif Corona RSD dr Seobandi Jember Sembuh

Satu Pasien Positif Corona RSD dr Seobandi Jember Sembuh

Regional
Tak Mau Lockdown, Pemkab Bolaang Mongodow Hanya Batasi Akses Keluar Masuk Warga

Tak Mau Lockdown, Pemkab Bolaang Mongodow Hanya Batasi Akses Keluar Masuk Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X