Geliat Pedagang di Kawasan Situs Petirtaan Kuno Sumberbeji Usai Diekskavasi

Kompas.com - 08/11/2019, 12:13 WIB
Deretan pedagang kaki lima (PKL) memadati kawasan situs petirtaan kuno di Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak 1 bulan lalu. KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍDeretan pedagang kaki lima (PKL) memadati kawasan situs petirtaan kuno di Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak 1 bulan lalu.

JOMBANG, KOMPAS.com - Deretan pedagang kaki lima tampak memadati kawasan situs petirtaan kuno di Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019).

Kondisi itu terjadi sejak sekitar 1 bulan lalu, tepatnya setelah bentuk petirtaan kuno di dasar sendang Sumberbeji berhasil dibuka.

Penemuan petirtaan kuno yang diyakini sebagai peninggalan kerajaan Majapahit itu menarik minat masyarakat untuk berkunjung.

Masyarakat yang datang tidak hanya dari Jombang. Masyarakat dari luar kota juga banyak yang datang berkunjung.

Baca juga: Arkeolog Temukan Tengkorak Manusia dan Saluran Air di Petirtaan Kuno Jombang

Banyaknya masyarakat yang datang untuk melihat situs bersejarah tersebut, mendatangkan berkah bagi masyarakat sekitar.

Satu persatu, lapak PKL di kawasan itu mulai didirikan. Saat ini, lebih dari 30 pedagang yang membuka lapak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau yang jualan disini lebih dari 30 pedagang," kata Hamdan Ridloi, pengurus Paguyuban Pelestarian Cagar Budaya dan Sejarah Petirtaan Sumberbeji, Kamis (7/11/2019).

Menurut Hamdan, keberadaan situs purbakala di Sumberbeji membawa berkah bagi masyarakat Dusun Sumberbeji dan sekitarnya.

Berkah itu tidak hanya berupa peluang bagi masyarakat untuk membuka lapak berjualan. Sebagian masyarakat yang sebelumnya tak punya pekerjaan, kini tak lagi menganggur.

Baca juga: Petirtaan Kuno Era Majapahit di Sumberbeji Jombang Didaftarkan Jadi Cagar Budaya

"Bagi kami ini berkah, masyarakat bisa berjualan, terus yang awalnya nganggur sekarang punya kerjaan," ujar Hamdan.

Pengurus Karang Taruna Desa Kesamben ini berharap, ekskavasi situs petirtaan kuno di Sumberbeji bisa dituntaskan. 

Harapan berikutnya, kawasan situs Sumberbeji bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah untuk mendukung kemajuan masyarakat dan desa.

Petirtaan kuno

Fitra Arda, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (kiri), didampingi Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said (kanan), saat mengunjungi situs petirtaan Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019).KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ Fitra Arda, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (kiri), didampingi Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhammad Said (kanan), saat mengunjungi situs petirtaan Sumberbeji, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019).
Untuk diketahui, sebuah petirtaan kuno ditemukan di dasar sendang Sumberbeji. Situs itu ditemukan di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.