Mengenal Wonorejo Desa Fiktif Penerima Dana Desa, Warga Pindah Setelah Jual Lahan ke Perusahaan Tambang

Kompas.com - 08/11/2019, 12:02 WIB
Desa Wonorejo, Kalimantan Selatan, pada Google Maps Repro bidik layar Google MapsDesa Wonorejo, Kalimantan Selatan, pada Google Maps
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah desa di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menjadi perbincangan beberapa hari terakhir.

Desa yang bernama Wonorejo itu disebut sebagai desa fiktif penerima dana desa dari pemerintah pusat.

Padahal desa tersebut sudah tidak ada lagi. Seluruh warga dilaporkan telah pindah sehingga desa tersebut kosong sejak dua tahun terakhir.

Baca juga: Wonorejo, Desa Fiktif Penerima Dana Desa yang Ditinggal Penghuninya demi Rupiah

Jual lahan ke perusahaan tambang

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan Zulkifli mengatakan warga Desa Wonorejo sudah tidak ada lagi karena telah menjual lahannya ke salah satu perusahaan tambang.

Zulkifli mengatakan penduduk Desa Wonorejo tergiur dengan besaran ganti rugi yang disodorkan perusahaan tambang.

Ia menyebut apa yang terjadi di Desa Wonorejo bisa terjadi pada desa-desa lain di wilayah Kalimantan Selatan.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Wakil Bupati soal 3 Desa Fiktif di Konawe: Dana Rp 5,8 M Tak Pernah Dicairkan

"Kan masyarakat diiming-imingi nih dapat duit instan dengan cara cepat. Akhirnya satu per satu warganya pindah ke desa-desa yang lain," ujar Zulkifli, saat dihubungi, Jumat (8/11/2019).

Di Kalimantan Selatan banyak perusahaan tambang yang lahannya berseberangan dengan lahan milik warga.

Hingga tidak sedikit warga yang menjual tanah miliknya ke perusahaan tambang.

Baca juga: Desa Fiktif Ditemukan di Kalimantan Selatan, 2 Tahun Terima Bantuan Dana

Zulkifli mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ditemukan lagi desa yang bernasib sama dengan Desa Wonorejo.

"Itu tidak menutup kemungkinan, tapi kalau masyarakatnya masih ada yang tinggal banyak, itu masih layak selama masih memenuhi persyaratan jumlah penduduk, tapi kalau penduduknya tinggal sedikit, itu enggak bisa lagi disebut desa," kata Zulkifli.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X