Pesan Ganjar Pada Peringatan Hari Wayang Nasional

Kompas.com - 07/11/2019, 18:27 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan tokoh wayang Puntadewa kepada Ki Dalang Mantheb Sudarsono di acara peringatan Hari Wayang di halaman kantor RRI Semarang, Rabu (6/11/2019) malam. KOMPAS.com/HUMAS PEMPROV JATENGGubernur Ganjar Pranowo menyerahkan tokoh wayang Puntadewa kepada Ki Dalang Mantheb Sudarsono di acara peringatan Hari Wayang di halaman kantor RRI Semarang, Rabu (6/11/2019) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com - Hari Wayang Nasional yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 7 November pada tahun ini akan dirayakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara serentak di 22 Kabupaten/Kota.

Perayaan Hari Wayang Nasional yang rencananya digelar pada 19 November mendatang ini akan menampilkan pertunjukan menarik yakni kolaborasi antara wayang kulit, wayang orang dan wayang animasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sebagai daerah yang memiliki banyak seni tradisi, Jawa Tengah memang konsen betul dalam pengembangan kebudayaan.

Tidak hanya sekadar menguri-uri atau melestarikan, lanjut Ganjar Jawa Tengah akan terus mengembangkan seni tradisional itu.


Baca juga: Pemerintah Tetapkan 7 November sebagai Hari Wayang Nasional

"Sehingga harapannya, akan muncul inovasi dan kreasi dari masyarakat yang akan menambah semarak kesenian tradisional kita," kata Ganjar saat menghadiri peringatan Hari Wayang Nasional 2019 di RRI Semarang, Rabu (6/11/2019).

Pada puncak perayaan Hari Wayang Nasional nanti, tidak hanya dimeriahkan dengan penampilan wayang. Namun juga akan ada coaching clinik yang melibatkan anak-anak muda dalam dunia pewayangan.

"Namanya Wayang for Student, jadi ada coaching clinic dan main bersama anak-anak. Mudah-mudahan kegiatan ini nantinya dapat menggairahkan dunia pewayangan Jawa Tengah," jelas Ganjar.

Ganjar berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kebudayaan tidak hanya dalam bentuk berkesenian, namun dalam kehidupan sehari-hari.

"Kebudayaan itu tidak hanya baju, tarian atau wayang tapi perilaku, hidup rukun, saling menghormati, tidak memaki itu juga bagian dari kebudayaan kita," pungkasnya.

Baca juga: Di Depan Budayawan dan Seniman, Jokowi Teken Keppres 7 November sebagai Hari Wayang Nasional

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X