Parkir untuk Berfoto di Jembatan Youtefa, Warga Diminta Pungutan Liar

Kompas.com - 07/11/2019, 14:28 WIB
Plang tarif parkir wisata Jembatan Youtefa, Jayapura, Papua, yang dipasang warga setempat, Rabu (6/11/2019). handsoutPlang tarif parkir wisata Jembatan Youtefa, Jayapura, Papua, yang dipasang warga setempat, Rabu (6/11/2019).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Oktober 2019, Jembatan Youtefa di Kota Jayapura, Papua, banyak dikunjungi masyarakat.

Namun, pada beberapa hari terakhir, terjadi pungutan liar di sekitar Jembatan Youtefa.

Masyarakat yang parkir di sekitar jembatan dari arah Pantai Hamadi dimintai pungutan liar oleh masyarakat setempat.

Baca juga: Viral Jembatan Youtefa Dikenai Tarif, Ini Penjelasan Kementerian PUPR

Merespons hal tersebut, Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano menegaskan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan, karena tidak ada dasar hukumnya.

"Sampai saat ini Pemkot belum keluarkan aturan jalur Jembatan Youtefa. Kalau ada pungutan itu adalah pungli dan saya akan minta Satpol PP dan Polres Jayapura Kota untuk membubarkan," tutur Mano di Jayapura, Kamis (7/11/2019).

Dalam foto yang beredar di media sosial dan aplikasi WhatsApp, terdapat sebuah banner yang menginformasikan biaya parkir kendaraan di sekitar Jembatan Youtefa.

Dalam banner tersebut tertulis, biaya parkir untuk kendaraan roda empat Rp 20.000, roda dua Rp 10.000 dan truk Rp 40.000.

suasana Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua, sebelum diresmikan, Sabtu (26/10/2019)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI suasana Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua, sebelum diresmikan, Sabtu (26/10/2019)

Baca juga: Fakta Jembatan Youtefa, Tonggak Sejarah di Papua di Hari Sumpah Pemuda...

Mano memastikan Pemkot Jayapura akan berinisiatif membuat sebuah Peratutan Daerah (Perda) untuk mengatur operasional kendaraan di Jembatan Youtefa.

"Jembatan Youtefa akan diatur dengan Perda, agar tidak ada pungutan liar," kata Mano.

Namun, untuk langkah awal, ia menyebut Pemkot Jayapura akan mengeluarkan aturan berupa Peratuan Wali Kota (Perwal).

Perwal tersebut tidak hanya mengatur operasional kendaraan di Jembatan Youtefa, tetapi juga Jalan Lingkar (ringroad) yang letaknya bersebelahan.

"Pemkot sedang membuat aturan untuk jalur ringroad dan Jembatan Youtefa. 1-2 hari kita akan membahas secara lengkap dan saya akan keluarkan Perwal," ujar Mano.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X