KPAI Desak Gubernur NTB Segera Berlakukan Moratorium Joki Cilik

Kompas.com - 07/11/2019, 09:21 WIB
Antara/Ahmad Subaidi

MATARAM, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) mendesak Gubernur NTB, Zulkieflimansyah segera memberlakukan moratorium atau penghentian menggunakan joki cilik dalam kegiatan pacoa jara atau pacuan kuda di wilayah NTB (Bima, Sumbawa, Dompu).

Komisioner KPAI, Maryati Solihah, Rabu (6/11/2019) di Mataram, mengatakan, Gubernur harus peka dengan munculnya harapan, tuntutan dan keinginan pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi teknis perlindungan anak pada pengembangan minat dan bakat dalam konteks tradisi.

"Bahwa yang diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan, bukan hanya persoalan joki cilik tetapi yang diharapkan adalah mordenisasi dari bentuk penyelenggaraan pacuan kuda, karena bukan pacuan kudanya yang bermasalah tetapi cara kita mengkondisikan seorang anak yang terlibat dalam pacuan kuda, itu harus, itu harus clear saya kira," kata Maryati.

Dia mengatakan, KPAI tentu mengawasi, mengawal dan turut mendukung langkah-langkah supaya modernisasi yang dimaksud tidak tidak memutus mimpi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, minat dan bakat, akan tetapi ada kejelasan secara penanganan, prosedural, mekanisme yang sesuai dengan standarisasi keamanan keselamatan serta perlindungan hak-hak para joki cilik.

"Framing berpikir kita tetap pada pelestarian tradisi pacuan kuda, dengan upaya bersama memberi perlindungan anak dan saya kira Gubernur mengerti akan hal itu, sehingga langkah konkret para pemangku kepentingan di NTB menghendaki miratorium segera dilakukan, sehingga ketika miratorium dilakukan, ada jeda waktu dalam melengkapi rekomendasi-rekomendasi berikutnya sehingga menjadi kesepahaman yang konkret di masyarakat," ujar Maryati.

Baca juga: Joki Cilik Tewas Saat Pacuan Kuda, Eksploitasi Anak Atas Nama Tradisi di NTB

KPAI bersama sejumlah pemangku kepentingan, aktivis perlindungan anak dan perempuan, akademisi di Mataram, bertemu mencari solusi pasca-insiden meniggalnya seorang joki cilik bernama Muhamad Sabila Putra (9) setelah terjatuh dan terinjak dari kuda pacuannya, 14 Oktober 2019 silam, di arena pacuan kuda di Kelurahan Sambi Na'e, Kota Bima.

Meskipun telah banyak protes hingga laporan aktivis peduli anak pada aparat kepolisian di NTB, terkait kegiatan yang melibatkan anak sebagai joki cilik dalam arena pacuan kuda di Sumbawa, Bima dan Dompu, masih terus dilakukan.

Hal tersebut mengabaikan desakan masyarakat yang meminta agar kegiatan pacuan kuda tidak lagi menggunakan joki cilik.

Arena pacuan kuda tetap ramai dan berjalan seperti biasa, serta mengunakan anak-anak sebagai joki.

Pemilik kuda yang sebagian besar adalah pejabat menggangap pacuan kuda dengan joki cilik adalah tradisi turun-temurun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X